Dear All, khusus Alfons Taryadi dan moderators Tidak sedikit kali saya berdiskusi dengan rekan-rekan aktivis tentang NASIB BANGSA dan NASIB Pak HARTO, mantan Presiden RI di usia senjanya. Sebagian merasa ragu-ragu dan takut kepada mahasiswa dan atau mantan mahasiswa yang telah meruntuhkan kekuasaan pak Harto.
Ketika nasib bangsa ini terpuruk dan diangan-angankan VISI 2030, sesungguhnya kita sedang terkompensasi masa depan yang tak pasti. Lebih khusus ketika daerah-daerah Timur Indonesia bertubi-tubi didera konflik sosial, "para pahlawan" yang meruntuhkan kekuasaan Pak Harto itu tidak pernah muncul membela masyarakat yang dibumi-hanguskan dan penuh derita nestapa. Maka, teringatlah saya pada Saddam Hussein yang saya kasihani karena nasibnya yang tragis karena cow-boy Amerika George Walker Bush. Dan, terharu saya membayangkan, seandainya mantan presiden Irak dan Pak Harto ada dalam KEBIJAKSANAAN NELSON MANDELA, YANG MENGAMPUNI SEMUA MUSUH POLITIKNYA, kaum rasis politik apartheid, untuk mengutamakan keselamatan bangsa dan negara Afrika Selatan. Imajinasi ini sekedar menghembuskan sebuah atmosfir baru menghadapi persoalan pak Harto, sebagai manusia. Kalau kata "MENGAMPUNI" (pak Harto) dianggap tidak tepat, apalagi meminta pak Harto untuk "Minta maaf". Apa kiranya kata yang tepat, mas Alfons T untuk memediasi Pak Harto dan treatment Hukum yang terlanjur ada padanya. Indonesia diyakini akan damai, dan menjadi bangsa besar bila semua warga negara berjiwa besar, dan para pemimpin mempunyai jiwa NEGARAWAN sejati. Tanpa itu, lupakan mimpi tahun 2030. Salah satu upaya, tentu seperti yang diungkapkan dan dimulai oleh beberapa orang misalnya, dengan mencari TEROBOSAN HUKUM. Sikap ini tidak pernah disikapi secara serius. Terobosan hukum yang dimaksud adalah dengan melaksanakan Tap MPR No. I/MPR/2003: tentang Peninjauan Terhadap Materi dan Status Hukum Tap MPRS dan Tap MPR RI Tahun 1960 - 2002) yaitu membentuk Undang-Undang (UU) yang menyatakan penghentian kasus hukum mantan Presiden Soeharto. Ini perlu inisiatif dari DPR dan presiden karena kedudukan MPR yang saat ini tidak mempunyai wewenang untuk membentuk Tap MPR ke luar. Dengan optimisme tertentu saya menuangkan "crazy idea" tanpa beban. Beban kita adalah masa depan negara kita. Masalah kita adalah: "ADAKAH SEORANG NEGARAWAN SEJATI DI NEGERI INI seperti NELSON MANDELA untuk AFRIKA SELATAN?" Wassalam, berthy b rahawarin ____________________________________________________________________________________ Finding fabulous fares is fun. Let Yahoo! FareChase search your favorite travel sites to find flight and hotel bargains. http://farechase.yahoo.com/promo-generic-14795097
