NPT adalah hasil tawar-menawar antara negara-negara
NON-NUKLIR dengan lima negara nuklir (AS, Uni Sovyet,
Cina, Inggris dan Prancis) karena kekhawatiran
terhadap perlombaan senjata nuklir pada masa itu
(1968) dimana jumlah senjata nuklir yang dibuat cukup
untuk  memusnahkan umat manusia di muka bumi sebanyak
5 kali. 

Dan seperti halnya dalam setiap perundingan harus ada
"take and give". Tidak bisa hanya satu pihak saja yang
mengalah dan tidak mendapat imbalan apa-apa (kecuali
barangkali dalam perundingan penyerahan tanpa syarat
sesudah kalah perang). 

Dan yang disepakati dalam proses "take and give"
perjanjian NPT yang masa penandatanganan-nya 2 tahun
itu adalah: negara-negara NON-NUKLIR (yang
menandatangani perjanjian) menyanggupi untuk tidak
akan berusaha membuat senjata nuklir, dan sebaliknya
negara-negara PEMILIK-NUKLIR berjanji tidak akan
menjual senjata nuklir dan berjanji untuk
berangsur-angsur mengurangi dan pada akhirnya
menghapuskan senjata nuklir. 

Dalam hal Inggris, negara itu sudah menyusutkan
persenjataan nuklirnya sampai 70 persen sejak
berakhirnya Perang Dingin. Sudah memusnahkan bom
nuklir yang dibawa pesawat, dan mengurangi operasi
kapal selam rudal nuklir Trident dari empat menjadi
tinggal satu saja. Hulu ledak nuklir-nya sudah
dikurangi menjadi tinggal 48 biji saja dan tidak ada
yang sudah siap diprogram untuk menjadi jatah sasaran
tertentu.  

Kalau ada wacana hendak meremajakan sistem rudal
nuklir Trident, maka itu semata-mata karena
kekhawatiran  bahaya akan terjadi perang nuklir belum
hilang sama sekali. Blok komunis yang bersikap
bermusuhan bisa saja bangkit kembali, atau bisa datang
ancaman baru dari "rouge states" bersenjata nuklir
seperti Iran itu. Jadi tetap diperlukan "deterrent".
Dan ditegaskan bahwa nuklir hanya digunakan untuk
membela diri. 

Saya hanya sekedar mencoba hendak mengemukakan sisi
pandang Inggris yang kira-kira sama dengan Amerika
Serikat yang meninggalkan perjanjian START 2 dan
memutuskan untuk membangun sistem pertahanan rudal
anti-balistik setelah melihat munculnya negara-negara
yang dikatakan "rouge states" yang membuat senjata
nuklir dan rudal peluncurnya seperti Korea Utara dan
Iran. Dan barangkali Pakistan juga dianggap berpotensi
sebagai "rouge states" itu sesudah Pervez Musharraf
tidak berkuasa lagi. 

Tetapi pandangan pribadi saya sendiri mendukung
dihapuskannya sama sekali senjata nuklir yang
berpotensi mengerikan bisa menyebabkan ledakan dahsyat
tidak sengaja itu.

--- ariel <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Kalau mau berlaku adil jangan hanya kepemilikan
senjata dibatasi kepada negara2 tertentu saja, atau
kalau mau menghapus senjata nuklir hal ini harus
diberlakukan menyeluruh. Kecuali pengembangan nuklir
untuk maksud damai tentunya. Dan kalau dibilang
senjata nuklir akan
dihapuskan secara bertahap, hal ini tidak tepat juga
karena Inggris memutuskan untuk memperbaharui sistem
nuklir Trident miliknya
(http://news. bbc.co.uk/ 1/hi/uk_politics /4805768.
stm).

-ariel-

--- In Forum-Pembaca- [EMAIL PROTECTED] ps.com, Sato
Sakaki
<ssakaki2002@ ...> wrote:





 
____________________________________________________________________________________
Looking for earth-friendly autos? 
Browse Top Cars by "Green Rating" at Yahoo! Autos' Green Center.
http://autos.yahoo.com/green_center/

Kirim email ke