TQ. Mas Handoko\

Mungkin betul ada korban pemerkosaan di tempat lain, dan saya ikut prihatin, 
namun kami berharap tidak ada perkosaan di PIK. Sharing saya untuk memberikan 
sedikit gambaran situasi kerusuhan di PIK dan untuk memberikan gambaran 
meskipun secuil situasi PIK kala itu, karena informasi yg saya peroleh di kapuk 
(PIK) ada/banyak yang menjadi korban pemerkosaan.
Ada beberapa hal yg perlu disampaikan disini:
1. Utk diketahui, dalam kerusuhan di PIK  tidak seluruh rumah di PIK menjadi 
sasaran, karena apa yang saya lihat & saksikan sendiri yg menjadi sasaran 
adalah pasar PIK (dibakar massa) , dan rumah-rumah di sekitarnya. Ketika itu 
tahun 98, rumah di PIK tdk sebanyak sekarang (Yg sudah rame dan ada penghuninya 
baru sekitar pasar PIK)
2. Didepan PIK ada perumahan elit Grisenda, dan jumlah rumah belum sebanyak 
sekarang, sehingga yang dapat saya saksikan saat itu massa menjarah kantor 
pemasaran taman grisenda dan membakarnya, tetapi penjarahan juga terjadi di 
komplek ini, namun tdk serame PIK, karena rumah di Taman Grisenda baru sedikit, 
mungkin tdk lebih dari 30 an. 
3. Untuk PIK Konsentrasi penjarah hanya sampai pada perempatan showroom Mobil 
saja, sedangkan PIK yang di seberang TOL bandara, lapangan golf  hingga rumah 
sakit PIK tdk "tersentuh" oleh massa. Bahkan jika rumah dibelakang pasar PIK 
tsb dijaga oleh pribumi juga 'aman-aman' saja, dilewati oleh massa penjarah.
4. Kenapa saya katakan tidak mungkin ada perkosaan di PIK, 
* di PIK penghuninya kebanyakan bos dan atau kaum mapan, sehingga akses 
informasi cepat, dan saat mengambil keputusan harus bagaimana pasti juga cepat, 
hal ini terbukti ketika terjadi penjarahan hari KAmis, 13 Mei 98, ketika saya 
berputar-putar di PIK mencari warga kami, saya tidak menjumpai satu orangpun 
penghuninya (mungkin sudah eksodus atau ngungsi di rumah sakit PIK)? 
* Ketika terjadi penjarahan saya berputar-putar gang/jalan komplek mencari 
warga kami, tetapi hampir seluruh rumah yg saya lewati sudah kosong dan 
terkunci (sekitar jam 11.00 - 12.30) dan saya tdk menemukan seorangpun penghuni 
rumahnya (warga tionghoa)
 * Jika terjadi perkosaan, pasti keluarganya akan berteriak minta tolong 
sehingga menjadi perhatian massa, tetapi saya tidak tahu juga apakah mereka 
berani minta tolong jika dibawah ancaman misalnya? (Saya berharap tdk ada 
korban perkosaan di PIK)
* Hampir seluruh rumah yang saya lihat terkunci rapat dan kosong ditinggal 
penghuninya (Saya sempat berputar-putar hingga 2 blok/gang mencari warga kami) 
* Warga PIK yang belum sempat mengungsi keluar komplek, menurut informasi dari 
para supir pribadi di PIK mereka berkumpul di rumah sakit PIK dan kantor 
pemasaran lama PIK yg lokasinya sekitar rumah sakit PIK, area ini tidak 
'tersentuh' oleh penjarah. Disamping jauh juga belum banyak rumah.
* Apa yg saya lihat para penjarah ini orang biasa dan saya yakin betul mereka 
lebih konsentrasi mengambil/menjarah barang daripada menjarah 'kehormatan', 
karena kehidupan mereka  yang serba pas-pasan (masyarakat urban, kumuh,  dan 
maaf miskin)Kebetulan saya ngontrak di sini sejak tahun 1993 (sudah 5 tahun) 
tinggal di kamar sempit ber-4 dan beradaptasi dengan masyarakat setempat.

  Ini dulu sharing saya mas Handoko, Saya hanya ingin memberikan pengalaman 
'tidak baik' ini menurut apa yg saya lihat dan alami sendiri, mungkin jika ada 
teman-teman tim investigasi kerusahan 98, ataupun LSM yg konsentrasi melakukan 
advokasi di daerah PIK bisa memberikan pencerahan, salam.

  salam,
  moyo
  ----- Original Message ----- 
  From: Doc' 
  To: [email protected] 
  Sent: Monday, April 02, 2007 8:53 PM
  Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Kebohongan Perkosaan Masal Mei 1998 
Terungkap


  Maaf jika saya salah pak, tapi sharing Anda seakan ingin mengatakan
  bahwa tidak ada perkosaan di Mei 1998.

  

Kirim email ke