Setuju kalau jumlah motor lebih banyak dari jumlah mobil. Makanya, saking banyaknya pengendara motor, mereka selalu mengambil jalur yang paling kanan, jalur yang di peruntukan untuk mobil. Selain itu pengendara motor yang saya perhatikan, mereka selalu mengambil kesempatan untuk menyelinap di antara mobil-2 yang sedang antri karena macet. Saya tidak perlu memberitahukan berapa kali saya harus mengganti lampu belakang mobil saya yang di tabrak motor ketika saya menunggu di traffic light. Tak perlu juga di beritahukan kalau saya beberapa kali mengganti kaca spion yang ke senggol motor. Oo iya.. saya tidak bisa menghitung berapa baret di body mobil saya yang di akibatkan setang motor. Selain itu, para pengemudi spd motor di Jakarta, seperti pembalap di sirkuit. Mungkin waktu mengendarai motor mereka merasa seperti Mick Doohan or Valentino Rossi. Lihat saja di jalan-2 jakarta, pasti anda akan melihat pengendara motor memotong jalur mobil yang sedang berkecepatan tinggi. Saya pengendara mobil tapi juga sering mengendarai sepeda, yang bukan bermotor, di jalan raya. Saya tidak bisa menghitung berapa kali saya di pepet oleh sepeda motor ketika mengendarai sepeda. Padahal pada saat saya mengendarai sepeda, posisi saya berada sangat dekat dengan bibir aspal atau trotoar. Angkot saja yang sering seenaknya, mengambil jarak yang cukup jauh dengan saya ketika mereka mau mendahului saya yang mengendarai sepeda. Untuk para pengendara motor, sebaiknya anda mulai berpikir tentang safety anda dan orang lain yang menggunakan jalan.
rgrds, On 03 Apr 2007 18:59:05 -0700, Ronal Baharuddin Hutagaol < [EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Jumlah PELANGGAR Motor lebih besar dari Pengendara MOBIL karena jumlah > MOBIL > dengan MOTOR lebih banyak MOTOR, jadi wajar kannnn.. > > Saya BIKER.. Sudah tahu saya berhenti dibelakang GARIS PUTIH, masih saja > di > KLAKSONIN sama yang punya RODA 4 itu. Lalu semalam waktu pulang, lampu > HIJAU > masih di JALUR saya (mungkin karena sudah kosong JALUR saya tp kondisi > masih > LAMPU HIJAU) lalu MOBIL KIJANG dengan SEENAKnya NYELONONG yang membuat > HAMPIR saya tertabrak (JALUR tuh KIJANG Masih MERAH). Nah karena JUMLAH > PENGENDARA MOTOR Lebih banyak daripada MOBIL makanya MOBIL terlihat lebih > sedikit dan selalu MOTOR Dikambing hitamkan.. > > SAYA rasa kalau semua orang, yang ingin memiliki kendaraan RODA 2 dan RODA > 4 > atau lebih haruslah membuat SIM dengan prosuder yang benar... > > Tapi saya rasa semua orang yang sibuk dengan kerjaannya pastilah bikin SIM > NEMBAK (karena dari peraturan tenaga kerja IJIN membuat sim hanya 1 HARI), > kalau lewat SIM KOLEKTIF (sama aja, nembak yang dikolektif)..... > > Jd bagaimana??? > > Teman saya (untungnya waktu dia bikin SIM A & C masih menganggur jd banyak > waktu luang) membutuhkan PROSES selama 1 bulan (bolak-balik), ada yang > kurang lengkaplah dokumennya, ada yang salah tulislah, gagallah di ujian > praktek dan lain sebagainya..... So. jadi MILIH Mana?? > > INGAT.. JUMLAH Pengendara MOTOR lebih BANYAK dibandingkan MOBIL, jadi > wajarlah pelanggar MOTOR lebih BESAR.........
