Melihat banyak generasi-generasi muda Indonesia yang berprestasi, bisakah 
mereka di link-kan satu dengan yang lain dan mencoba memperbaiki bangsa di 
bidang masing-masing tapi dalam satu kesatuan rencana? Karena kalau mereka 
tidak cepat 'di tangkap' kecenderungan terbesar adalah mereka tidak akan banyak 
membantu bangsa, hanya mengharumkan nama bangsa sekali-kali saja berhubung 
dengan banyaknya tawaran dari luar negeri yang jauh lebih baik dan lebih 
menarik.
Mungkin jika mereka di-link-kan rasa nasionalisme mereka bisa meningkat dan 
bisa berpikir untuk memperbaiki bangsa sesuai dengan bagian-bagian 
masing-masing. Lingkungan yang mendukung sangat penting..
Kalau itu memungkinkan, saya sendiri sedang berencana untuk memulainya dengan 
beberapa teman. 
 
Audrey Clarissa
IPSF President 2006-07
Email: [EMAIL PROTECTED] ([EMAIL PROTECTED])
Mobile: +62 8122033707 or +31621285360

International Pharmaceutical Students' Federation
PO Box 84200, 2508 AE The Hague, The Netherlands
http://www.ipsf.org //// [EMAIL PROTECTED]

"IPSF represents more than 350,000 pharmacy students and recent graduates in 70 
countries worldwide. IPSF is the leading international advocacy organisation of 
pharmacy students promoting improved public health through provision of 
information, education, networking, and a range of publication and profesional 
activities."



----- Original Message ----
From: dwi osi <[EMAIL PROTECTED]>
To: FPK <[email protected]>
Sent: Thursday, April 5, 2007 12:58:56 PM
Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Mahasiswa Indonesia Juara Dunia

Mahasiswa Indonesia Juara Dunia
Washington DC- Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia 
berhasil mencetak prestasi dan mengharumkan nama Indonesia dalam 
fora Internasional. Hanna Azkiya mahasiswi angkatan 2003 ber-IPK 
2,96 menjadi Best Oralist (Oralis peringkat I) pada KOMPETISI 
PERADILAN SEMU bergengsi internasional Philip C. Jessup Moot Court 
Competition yang diselenggarakan pada tanggal 25 hingga 31 Maret di 
Washington DC. Hanna menyisihkan rekan-rekannya dari 95 universitas 
dunia yang mencakup lebih dari 200 mahasiswa, termasuk dari fakultas 
dan sekolah hukum dari Amerika Serikat, Inggris, Australia, 
Singapura, China dan Malaysia. Pengumuman oleh panitia dari 
Intenational Law Students Association (http://www.ilsa. org) 
dilakukan pada tanggal 31 Maret pukul 9 malam waktu setempat.
Peradilan semu Philip C. Jessup Moot Court Competition merupakan 
peradilan simulasi dari International Court of Justice yang 
berkedudukan di Den Haag. Peradilan semu ini diadakan oleh 
International Students Association yang berada di bawah American 
Society of International Law sejak tahun 1960. 
Oralist adalah mahasiswa yang berperan sebagai pengacara untuk 
menyampaikan argumentasi dan pertanyaan simultan yang dilontarkan 
oleh hakim. Disamping kemampuan bahasa, Oralist dituntut untuk bisa 
menjawab berbagai pertanyaan secara tepat dan pandai dalam memilih 
kata dan kalimat. Pendeknya Oralist diuji kemampuan beracara di 
depan sidang.

Hanna Azkiya yang lahir pada tanggal 10 Oktober 1986 telah mengikuti 
kompetisi Jessup sebanyak dua kali. Ia pernah meraih prestasi 
sebagai Best Speaker dalam pertandingan peradilan semu bidang 
Maritim pada tahun 2005 di Sydney, Australia. Dalam kompetisi Jessup 
tingkat nasional (national round) di Jakarta awal tahun ini, Hanna 
Azkiya terpilih sebagai Best Oralist. Kemampuan bahasa Inggris dan 
ketrampilan untuk meyakinkan hakim di depan sidang dari mahasiswi 
yang menggunakan jilbab dan lulus dari SMU Al-Azhar Kemang ini 
memang luar biasa. Memang pantas bagi Hanna untuk mendapat peringkat 
pertama sebagai Oralist.
Universitas Indonesia, khususnya Fakultas Hukum, sangat bangga atas 
prestasi yang dicetak oleh Hanna Azkiya. Komitmen UI untuk go 
international dan menjadikan dirinya World Class University semakin 
nyata dengan prestasi yang diraih oleh institusi, pengajar dan 
mahasiswanya. Prestasi ini pula yang diharapkan dapat memberikan 
harapan bidang hukum di Indonesia yang saat ini mengalami banyak 
tantangan. Generasi penerus menjadi kunci bagi reformasi dan 
pembenahan hukum di Indonesia di masa mendatang.
Saat ini Hanna Azkiya beserta Tim UI masih berada di Amerika 
Serikat. Informasi lebih lanjut mengenai prestasi Hanna Azkiya dapat 
diperoleh langsung pada Dekan Fakultas Hukum UI Prof. Dr. Hikmahanto 
Juwana, SH. MA di 0816-845-306 atau (62-21) 786-3442 dan 
[EMAIL PROTECTED] com. 



Kirim email ke