Mas Loeky menulis  :
>.
>
>L: Saya pernah berusaha membantu seorang pengajar satu universitas
>di Cina yang mencari satu patner universitas di Indonesia untuk
>kerjasama (bersama 2 universitas lain, salah satunya Cambridge
>University) dalam bidang teknik sipil. Saya gagal karena semua orang
>Indonesia yang telah melakukan kontak dg pengajar Cina tsb selalu
>bertanya "Berapa nanti saya dapat dari proyek ini" untuk memutuskan
>mau atau tak maunya orang Indo tsb ikut berpatner.
>
>Padahal saya berjanji untuk memberi tahu pak Menristek tentang
>rencana proyek (yang terkait program rehabilitasi daerah yang
>terkena Tsunami), ttp pengajar tsb sudah patah arang duluan. Ia
>memilih bekerja sama dg universitas negara lain yang juga terkena
>dampak Tsunami. Saya tak ngotot karena saya sendiri jarang ketemu
>dengan dia (saya lebih sering ketemu istrinya yang mengambil program
>2 bulan saja di ruang kantor persis sebelah kantor saya).
>
>Salam
>
>_


Kesaksian Mas Loeky ini, persis spt yang saya alami... jadi memang begitu 
adanya..
, yang utama " berapa saya dapat nanti ?"

Dan kalau itu tak memuaskan hatinya... maka .. biarlah hasil penelitiann 
nggak pernah ada kalau pun ada nggak pernah dipakai...


Padahal dia sudah di gaji. dan penelitiannya pun sudah di biayai orang....

Alangkah indahnya kalau dia mikir... bhw kalau hasil  penelitiannya jadi 
manfaat buat orang lain, maka selama manfaat itu terus jalan selama itu 
pula dia akan dapat pahala dari Nya...

terjawab pula .. mengapa orang segan  datang ke balai penelitian atau 
perguruan tinggi.... orang Cina kenalannya  Mas Loeky aja sepertinya jera 
... apalagi saya...dan kawan kawan..


Di dunia usaha masih banyak yang fair.. artinya kalau memang dapat untung 
.. ya mau bagi bagi... tapi bisa nggak si peneliti membuat kepastian bhw 
dgn menggunakan hasil penelitiannya pasti ada untung.. yang bisa di bagi ?/



Belum tentu juga kalau hasil penelitiannya di aplikasikan lalu memberi 
hasil bagus.. walau sebaliknya kalau nggak pernah di aplikasikan ya.. nggak 
ada haisl sama sekali...




Pak KK.. ubah dong cara pandang  teman teman peneliti..


Salam,

Haniwar


Haniwar
http://haniwar.blogspot.com/

Kirim email ke