melihat apa yang terjadi selama ini di kampus ipdn  fakta memaparkan 
kebohongan itu menjadi hal yang sangat biasa
apapun dilakukan untuk justifikasi pembenaran perbuatan.
bagaimana kelak disaat mereka menjadi pimpinan wilayah kalau tidak mampu 
menghargai nyawa seseorang dan kekerasan dilakukan atas nama disiplin ?
apakah tidak ada kurikulum yang berbasis nurani dan etika ?
walauhalam


'  be legal '
----- Original Message ----- 
From: "Dwiyatno Rumlan" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Thursday, April 12, 2007 10:57 AM
Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: IPDN : Terharu dgn 7 Gubernur


> Kalau saya sangat sebal dengan kebohongan publik yang telah dilakukan 
> IPDN/STPDN. Di wawancara yang dipandu Rossi itu baru saya tahu bahwa 
> dimalam setelah Clif ketahuan meninggal dianiaya itu, hampir saja terjadi 
> perang besar antara praja nindya dan praja madya, yang untungnya bisa 
> dicegah oleh pembina. Dengan fakta ini, berarti seluruh praja dan pembina, 
> bahkan saya yakin rektor juga, sudah tahu bahwa Clif meninggal karena 
> dianiaya. Lha kenapa kok statemen yang keluar katanya Clif sakit lever ?! 
> Ini benar2 kebohongan publik yang dilakukan oleh sekolah yang dibiayai 
> negara .......... Luar Biasa. Entah siapa yang mengeluarkan statemen bahwa 
> clif meninggal karena lever tersebut harus mempertanggungjawakan ucapanya, 
> kalau memang niatnya menipu publik, harus ada hukumanya ..............
>
> Berarti pula, praja yang diwawancari wapres itu juga terbukti berbohong, 
> wong katanya dia tidur dan tidak tahu apa-apa ..............
>
> salam

Kirim email ke