4 orang senior "penganiaya" sudah dipecat. Habis itu juga harusnya
diadili.Konon ada orang tua si penganiaya protes tentang pemecatan anaknya,
dengan mengkambing hitamkan "sistem". Saya hanya ingin menyampaikan bahwa
disamping "sistem" nya yang perlu dibenahi, hal tsb juga tidak terlepas dari
andil orang tuanya yang gagal mendidik anaknya agar tidak menjadi orang sadis.
Penganiayaan semacam ini tidak dilaksanakan oleh semua yang sudah senior
karena sebagian mereka sudah dibekali perilaku kasih sayang dari orang tua
masing-masing. Harusnya orang tua si penganiaya ikut malu melihat kelakuan
anaknya sesadis itu.
Kepada orang tua Clif yang datang kekampus IPDN untuk memberi semangat kepada
teman-teman seangkatan anaknya saya menyatakan rasa simpati semoga beliau
diberi ketabahan.
Rektor yang "cuci tangan" harus menyadari bahwa walaupun tangannya dirinso 10
kali tetap akan kelihatan kotor, dia harus bertanggung jawab.
Mariana Amiruddin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> On 05 Apr 2007 02:23:46 -0700, stephanusmulyadi <[EMAIL PROTECTED]>
> wrote:
>>
>> dituntut? Sangat kabur. Pernyataan Rektor yang mengaku kasus tersebut
>> sebagai kasus "kecolongan" dan mengatakan bahwa kekerasan itu sebagai
>> sesuatu yang terjadi "di luar sistem pendidikan IPDN" sudah
>> mengidikasikan bahwa pihak penanggung jawab IPDN akan "cuci tangan".
Apakah secara hukum alasan ini bisa gugur? Karena jelas sekali
penganiayaan itu diwilayah lembaga pendidikan tersebut, juga para
murid yang dianiaya memakai seragam lembaga pendidikan tersebut.
Maka atas hal itu, rektor tidak bisa berdalih "di luar sistem
pendidikan IPDN".
--
Best regards,
Mariana