Setahu saya, Sultan HB X ini tidak mendapat tempat di hati rakyat
sebagai seorang Sultan penerus keluarga HB, alias reputasinya menurun.

Mereka yg tua2 kalau ditanya menjawab: Ratu kulo nggih Kanjeng Gusti HB IX
(Raja saya adalah Sultan HB IX)
Kalau ditanya kembali: lha menawi HB X menika sinten? (kalau HB X itu
siapa?)
Mereka menjawab: menika rak gubernur DIY to mas (itu kan gubernur DIY mas)

Ini saya alami sendiri ketika saya dolan2 dan kumpul2 bersama seniuman DIY
di
Padepokan Seni Joko Pekik di Bantul. Mereka pun jengah karena HB X dikenal
kurang peduli pada kesenian rakyat. Yang hadir kumpul waktu itu ada Marwoto
Kawer, Novi Kawer (putra marwoto), Drs Susilo (Den Baguse), Pak Bagong
Kesawa,
Harry Budiono, dan si mbah Joko Pekik sbg tuan rumah.

salam,
totot


----- Original Message -----
From: "john simon" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Thursday, April 12, 2007 11:05 AM
Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Yudhoyono-Megawati Calon Terkuat


> Tanpa mengurangi rasa hormat kepada opini sebelumnya, bagaimana dengan
calon alternatif, misalnya Sri Sultan HB X ?
>   Selain dekat dengan rakyat, sikap beliau untuk menolak dicalonkan
kembali sebagai Gubernur DIY di periode mendatang, menunjukkan kematangan
politik beliau. Kita bisa berharap semangat "Tahta Untuk Rakyat" juga bisa
diimplementasikan ke RI seandainya beliau terpilih sebagai RI-1.
>
>   Salam.


Kirim email ke