Sarwono sebenarnya merupakan sebuah calon alternatif yang  mungkin
dapat lebih  baik dibandingkan dengan yang lainnya.

Fauzi Bowo seperti yang dikatakan oleh Sukardi Rinakit, adalah bagian
dari birokrasi lama yang dianggap gagal mengatasi berbagai masalah di
Jakarta, dan secara tidak langsung dia juga sudah terkooptasi dengan
budaya kerja birokrasi lama dari Pemkot DKI Jakarta yang  pada saat
kini dibutuhkan  suatu pembaharuan.

Tetapi Sarwono sampai  kini belum  memiliki kendaraan politik yang
pasti  atau resmi untuk dicalonkan menjadi Gubernur Jakarta. Kabarnya
PKB  (dan mungkin juga PAN ?)  akan mencalonkannya.

Yang  perlu untuk  diketahui juga  oleh masyarakat  dalam penentuan
pilihannya nanti, disamping integritas dan latar belakang pribadinya
adalah bagaimana nantinya cagub-cagub ini dapat  memaparkan program
dan visi pembangunan kota Jakarta  kedepan dan solusi-solusi
praktis  apa  (jangka pendek dan jangka panjang) yang ditawarkan
dalam mengatasi masalah kota Jakarta yang semangkin  kompleks dan
tidak  hanya terbatas retorika saja.

Salam
G.H.


>In [EMAIL PROTECTED], Mariana Amiruddin
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>
> Gimana dengan nasib Pak Sarwono ya. Saya kok lebih
> melihat dia punya kepedulian dengan wacana-wacana
> yang diangkat masyarakat DKI soal lingkungan,
> bahkan masalah-masalah sosial, jauh sebelum ada
> pemilihan gubernur.
>
> Khawatir ya, semua bentuk pemilihan atau apapun
> namanya yang ceritanya demokrasi, ternyata cuma mainan
> politik mereka aja ya dengan didukung dengan sistem
> "yang mudah diakali".
>
> Mariana

Kirim email ke