Saya setuju banget soal perlunya mensosialisasikan global warming dan climate change ke masyarakat luas dan policy makers di Indonesia. Pernah sih ngirim tulisan soal what can be done soal ini, tapi mungkin karena saya memakai topi DPP PKB ( lah abisnya memang ini respon saya setelah PKB mendeklarasikan sbg green party )... nggak dimuat KOMPAS tuh di kolom opini. Padahal maksudnya nendang bola agar para parlimentarian kita 'ngeh dan kerja keras soal issue ini dan juga tentunya kita semua bisa participasi untuk merespon soal kenyataan global warming planet bumi dan tanah air kita juga di dalamnya.
Berapa banyak sih words ( max untuk sebuah opini di Kompas ?) cheers, Maria --- Martin Widjaja <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Mas Tri dan Kel FPK-ku, > > Saya rasa memang sangat luas dan sangat banyak yg > bisa > didiskusikan soal pemanasan bumi saat ini. > Saya berkesempatan berkunjung ke daerah antarctic > baru2 > ini dan merasakan urgensi untuk memperhatikan apa yg > bisa > kita partisipasikan dalam mencegah berlangsungnya > pemanas > an bumi yg berlebihan yg sangat berbahaya bagi > kepentingan > umat manusia. > Media di AS apalagi Eropa sangat gencar memberitakan > akibat2 > berbahaya dalam tayangan2nya baru2 ini, sangat > mengerikan. > > Kalau ditanya apa yg mau didiskusikan , mungkin > Kompas bisa > melansir saja terus menerus berita2 diskusi di > media2 asing > sbg masukan awal , dan mencoba mencari apa yg bisa > dilakukan > di Indonesia termasuk soal konservasi hutan, > pengamanan > lingkungan hidup, memikirkan penggantian BBM dengan > yg lebih > ramah lingkungan dan hemat buat ekonomi bangsa dll > > Buat P Menristek yg sangat peka di milis ini, > mungkin juga bisa > memotivasi rapat kabinet agar lebih concern soal > pemanasan global > vs ekonomi negara hingga kabinet P ABY bisa > mengarahkan > kebijaksanaan yg menyesuaikan... > > Salam , martin - amsterdam
