Ya sudah, mereka korban politik orang tua kita, tidak usah menyesali hidup. Waktu itu mereka hanya pura2 mendukung Bung Karno pemerintah syah waktu itu, kalau bisa PKI yang berkuasa, tentu saja dilawan oleh golongan Agama dan Nasionalis.
rzain --- In [EMAIL PROTECTED], "walsuparmo" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Salam, > Sebenarnya yang turut bepengaruh adalah latar belakang dari para > mahasiswa yang di belajar di negara2 komunis pada waktu itu.Yang > belajar seni seperti Sumandjaja, Ami Priono,Farida Utojo, memang > tidak ada masalah.Demikian juga yang dari Ceko (pekerja di > KOPELAPIP) juga. Malah ada yang menjadi pegawai SEKNEK, MERPATI > dsb.Tetapi yang pernah menjadi angggauta CGMI akan bermasalah dan > khusus mengenai SOBRON karena adik dari D.N.AIDIT.Sebaliknya ada > yang tragis juga, SUDAH diterima menjadi pegawai Angkas Pura tetapi > ketahuan latar belakangnya, langsung dikeluarkan. > Wasalam, > Wal Suparmo > > > > -- In [EMAIL PROTECTED], "rzain" <rzain@> > wrote: > > > > Yang saya kenal, Dirut Krakatau Steel dan beberapa stafnya, Staf > > Ahli Menteri PU, Kepala Badan Tenaga Atom,Direktur di IPTN, Ess II > > dan III di berbagai Departemen, Sumandjaya, Subroto, Ami Priono dan > > Farida Utoyo, berbagai jabatan di Pemda DKI, puluhan pejabat di > > berbagai Departemen, semuanya tammatan Unie Sovyet. > >
