Tidur di tengah acara kuliah, menurut saya, hanya sikap kurang perhatian saja 
dalam mengikuti orasi/kuliah itu.  Ada beberapa sebabnya, tapi yang nyata-jelas 
adalah karena "kelelahan fisik-biologis".
   
  Namun timbul pertanyaan dalam benak kita: Pejabat dari manakah ia?, apakah 
juga menginap di "hotel klasik" di Ibukota?. Jika iya, menimbulkan persepsi 
nakal, barangkali kelelahan setelah melepas dan menghabiskan "high energy"-nya 
dengan semena-mena sebelum menghadiri kuliah itu..., hehehe...
   
  Gejala klasik itu sering dan "banyak terulang", dan dapat "menguak"  
previlege seseorang atau suatu "fenomena" para elit punggawa negeri. 
   
  kcn,-
  
ruri huriah <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Dimana situasi, yang sangat memalukan, yang menunjukkan sikap bangsa 
indonesia. 

http://www.kompas.com/ver1/Nasional/0704/17/123759.htm

Laporan Wartawan Kompas Wisnu Nugroho A

JAKARTA, KOMPAS - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tiba-tiba menghentikan 
pidatonya pada saat kuliah umum ulang tahun kelima Pusat Pelaporan dan Analisis 
Transaksi Keuangan (PPATK) di Istana Negara, Jakarta, Selasa (17/4). Presiden 
bete (bad mood) karena di tengah-tengah semangat berpidato, ada seorang pejabat 
yang hadir tertidur pulas.

Kontan saja, karena merasa tidak didengarkan oleh bawahannya saat memberikan 
materi-materi kuliah umum tentang anti pencucian uang, Presiden sejenak 
berhenti. Ditatapnya pejabat yang tertidur dan diminta agar pejabat lain di 
sebelahnya membangunkan.

"Tolong dibangunkan itu," ujar Presiden sambil menunjuk.

Perintah itu lantas membuat hampir semua peserta yang hadir terperangah dan 
mencari-cari tahu siapa gerangan yang dimaksud Presiden. Saat menghentikan 
pidato, Presiden tengah membicarakan masalah kejahatan keuangan melalui 
perbankan yang terkait dengan kejahatan narkotika dan obat-obatan terlarang.

Dalam kuliah umum yang berlangsung dua jam itu, Presiden mendapat giliran 
keempat atau terakhir setelah sebelumnya tiga pembicara lain tampil memaparkan 
antipencucian uang. Tiga pembicara sebelumnya adalah Kepala PPATK Yunus Husein, 
Kepala PPATK Filipina Vic Aquino, dan Kepala PPATK Australia Neil Jensen.

Dengan teguran keras Presiden agar tidak tidur, beberapa peserta yang terlihat 
terkantuk dan menundukkan kepala lantas mengangkat kepala mendengarkan pidato 
yang masih panjang berlangsung.

Ini bukan kesempatan pertama Presiden bete saat pidato. Dalam kesempatan lain 
sebelumnya, Presiden juga beberapa kali menegur mereka-mereka yang acuh tak 
acuh atau cuek saat ia tengah menyampaikan pidato atau arahan atau petunjuk.

Copyright 2006 Kompas Group 



  

Kirim email ke