Mbak Mariana dan Pak Iwan yb., Syukurlah kalau pak Iwan punya kesadaran penuh akan fungsi tubuh perempuan. yang melahirkan hidup. yang menghidupi hidup. lumayan.
Jadi, bukan "tubuh perempuan" dong yang salah dan perlu diwaspadai. tapi, manusia nir-jender, angkara manusialah yang perlu kita waspadai. angkara manusia itu bisa maujud dalam tubuh laki-laki maupun perempuan. Tak ada yang salah pada tubuh perempuan. Dia tetap indah. Pemberi hidup. si Empu-nyalah yang akan melukis tubuh itu, baik dengan angkara maupun budi-dharma yang adiluhung. Jangan membenci "tubuh perempuan" Pak Iwan. Cukup kritik Shaha Riza, kritik pula Pak Wolfowitz. Tak perlulah menyalah-nyalahkan tubuh perempuan. Kasihan ibu anda. kasihan rumah anda itu. Rumah penuh kehangatan, tatkala, anda mendekap erat ibu anda. yaitu Sang Rahim. salam saya, dewi --- In [email protected], Iwan Wibawa <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > halo bu mariana > > anda salah mengambil kesimpulan, saya tidak membenci perempuan, justru saya sangat menghormati perempuan yang menjadi ibu saya. > dari ibu saya banyak pelajaran saya peroleh, beliau sering mengajarkan pada saya bahwa banyak perempuan yang bisa dijadikan teman, namun sedikit diantanya yang perempuan salehah, maka berhati-hatilah kamu memilih satu diantara yang sedikit itu, untuk dijadikan teman hidupmu selamanya. > > salam > iwan > > Mariana Amiruddin <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Halo mas Iwan yang membenci perempuan, memangnya kamu > lahir dari rahim siapa? > > Mariana >
