Bung. Putu Ysh, Jujur saya katakan pada anda bahwa, pendapat saya itu asli mengalir dari kata hati saya so, kalo anda menilai ternyata kata hati saya itu sejalan dengan teorinya "Mpu Darwin atau siapa lah itu namanya" ya monggo-monggo saja. he he he ... dan untuk itu ijinkan pula saya menyampaikan terimakasih tulus saya, Bapak dah meng-ilmiah-kan kata hati saya. Mungkin sama hal nya dengan si pencipta Pepatah "Guru kencing berdiri, Murid kencing berlari" kalo dikemudian hari ada yang berpendapat pepatah itu sebangun dengan teorinya Mbah buyut Darwin ? saya yakin si pencipta pepatah itu akan sependapat dengan saya, ya monggo-monggo saja....
Selanjutnya, Saya senang ungkapan saya ada yang sejalan dengan kata hati anda, selanjutnya apa selusinya menurut anda ? Salam, Suhaimi ----- Original Message ----- From: putu_pendit To: [email protected] Sent: Wednesday, April 18, 2007 3:38 PM Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Kekerasan Orde Baru (Re: Sosok Soeharto Harus Dilihat secara Lebih Lengkap) Rekan Suhaimi, Dalam beberapa hal, rupanya Anda memakai teori evolusi.. he he he. Artinya, Anda percaya bahwa kekerasan Orba berasal dari kekerasan Orla dan sudah berevolusi sedemikian rupa sehingga menjadi lebih canggih (dan lebih mematikan!). Lebih jauh lagi, Anda mungkin juga percaya bahwa evolusi itu bersifat pasti dan deterministik. Artinya, karena Orba adalah kelanjutan dari Orla, maka PASTI kekerasan di jaman Orba adalah hasil evolusi kekerasan sebelumnya. Ijinkan saya berpendapat lain. Evolusi memang dapat terjadi, tetapi tidak deterministik, dan tidak selalu berjalan lurus (linear). Maaf agak ngelantur sedikit: teori evolusi deterministik sudah dibantah misalnya oleh Richard Dawkins tahun 1982 (dalam buku The Extended Phenotype: The Long Reach of the Gene). Pendek kata, walaupun dinosaurus T-Rex dan ayam jago konon adalah "bersaudara", tidak ada yang bisa memastikan bahwa semua binatang yang serupa T-Rex akan berevolusi menjadi binatang yang serupa ayam. Kembali ke kekerasan Orba. Menurut saya, kekerasan yang dilakukan Orba adalah spesifik kekerasan Orba yang bukan hasil evolusi atau modifikasi dari yang sudah ada sebelumnya. Bukanlah pada tempatnya untuk mengungkapkan ciri-ciri kekerasan Orba di forum sempit ini, tetapi jelas bahwa kekerasan di jaman Orba sangatlah mengerikan dan memedihkan. Dalam pada itu, ijinkan juga saya sependapat dalam hal yang Anda ungkapkan ini: ".. sulit bagi saya untuk percaya akan terjadinya perubahan sesuai dengan cita-cita saat reformasi digulirkan, apa lagi dapat mencapai cita-cita Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang sama-sama kita cintai ini..." Dengan tambahan: cita-cita reformasi memang sulit terwujud selama Orba masih hidup di negeri kita -lengkap dengan upaya-upaya sistematis oleh para cendekiawan dan elit yang selalu mencari justifikasi keberadaannya. Salam, Putu Pendit [Non-text portions of this message have been removed]
