Neng Tina, anda tidak terlalu tepat dgn menyatakan bahwa perempuan yang bekerja 
keras dengan membanting tulang tanpa lelah " TIDAK PERNAH MEMILIH!" Faktanya 
sebagia besar perempuan zaman ini "terpaksa harus menderita" karena telah 
memilih. Celakanya salah pilih! Yang tidak bisa memilih partner sex adalah 
perempuan yang menjadi pelacur dan dibawah kekuasaan/manajemen Mucikari.Bahkan  
"pelacur jalanan" yang menggelandang biarpun pada tingkatan yang begitu rendah 
kedudukannya masih hampir sama dengan Geisha Top Jepang di zaman Samurai. Dia 
memilih sendiri teman tidurnya. Saya pernah ketemu seorang perempuan TKI yang 
sedang mau berangkat ke Arab Saudi. Kawan dia yang berangkat bersama yg duduk 
disebelah saya bercerita bahwa dia adalah istri anggota POLRI dgn pangkat 
BRIGADIR. Ingin ke Arab Saudi karena ingin bisa beli gelang dan berkesempatan 
naik haji. Nah apakah ini bukan contoh tentang pilihan perempuan! Jangan under 
estimate ttg kesadaran perempuan untuk menentukan pilihan
 mereka.Salam Tjuk Kasturi Sukiadi

Tina Napitupulu <[EMAIL PROTECTED]> wrote:          

Whahahahaha.

Raja Inggris turun tahta karena MEMILIH bersama seorang perempuan

Samson kehilangan kesaktian karena MEMILIH untuk berdekatan dengan Delilah

Tetapi,

Perempuan di berbagai negara yang diperkosa dengan brutal, yang dipaksa
melayani nafsu laki-laki,

Yang tetap dipaksa melakukan kerja domestik meski sudah banting tulang di
luar rumah

TIDAK PERNAH MEMILIH

Diperkosa hanya karena punya payudara dan vagina

Fiuh, naseb naseb....Duh Gusti, jadi perempuan kok susyeh bener yah?

Padahal yang ngasih payudara dan vagina kan Dikau juga?

PS: Pembunuhan pertama di muka bumi bukan karena perempuan loh Pak Iwan

Tina

Kirim email ke