isu reshuffle kabinet yang digembar-gemborkan sejak tahun lalu ini, sengaja dibuat agar rakyat menganggap kinerja pemerintah yang amburadul ini adalah hasil kerja para menteri-menteri yang tidak kompeten, seakan-akan bukan kesalahan Presiden dan Wakil Presiden.
Padahal dimana-mana kita tahu, kalau dalam suatu manajemen ada kebobrokan, pemimpinnyalah yang harus bertanggung jawab. Kinerja adalah hasil kepemimpinan. Ada lagu "blame it on the rain", nah kali ini lagunya adalah "blame it on them" oh malangnya Indonesiaku salam prihatin Doyo --- In [email protected], "Agus Hamonangan" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Perhitungkan Kekuatan Daerah > http://www.kompas.co.id/kompas- cetak/0704/19/Politikhukum/3465515.htm > ========================= > > Jakarta, Kompas - Menteri Sekretaris Negara Yusril Ihza Mahendra > mengemukakan, isu perombakan kabinet yang bergulir naik turun sejak > Oktober 2006 merisaukan sejumlah menteri. Namun, kerisauan itu tidak > cukup mengganggu tugas-tugas pemerintahan. > > Mengutip ucapan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Yusril mengatakan, > gangguan yang dialami sejumlah menteri justru muncul karena begitu > beratnya tantangan, tekanan, dan tuntutan menyelesaikan > masalah-masalah yang begitu besar. Tantangan, tekanan, dan tuntutan > itu yang membuat setidaknya 13 menteri jatuh sakit dan menjalani > perawatan. > > "Pemberitaan reshuffle merisaukan, tetapi tidak mengganggu tugas- tugas > pemerintahan. Tetapi memang, ada tekanan cukup berat, bukan karena isu > reshuffle, tetapi karena masalah-masalah yang terjadi dan memerlukan > penanganan segera dan utuh," ujar Yusril dalam jumpa pers di Kantor > Sekretariat Negara, Jakarta, Rabu (18/4). > > Menurut Yusril, sejauh ini belum ada pembicaraan antara Presiden dan > para menteri mengenai perombakan kabinet itu. > > Yusril melihat isu perombakan kabinet itu dimunculkan karena banyaknya > keinginan dari partai politik, kelompok, dan perorangan untuk > menduduki jabatan di kabinet. Menurut Yusril, mereka meneriakkan > perombakan kabinet sambil mengajukan sejumlah nama untuk jabatan > menteri yang diincarnya. > > Yusril menyebut jabatannya sebagai Menteri Sekretaris Negara sebagai > contoh. "Apa yang berkembang akhir-akhir ini terhadap saya tidak > terlepas dari perkembangan ini. Sudah biasa bagi saya dan tidak saya > anggap sebagai satu masalah yang terlalu serius," ujarnya. > > Dalam jumpa pers yang diadakan oleh sejumlah tokoh Dewan Perwakilan > Daerah (DPD) di Jakarta, kemarin Wakil Ketua DPD Laode Ida (Sulawesi > Tenggara) antara lain mengatakan, DPD mengharapkan perombakan kabinet > mendatang memperhitungkan kekuatan daerah. Perombakan kabinet, > katanya, tidak hanya menjadi sekadar bagi-bagi kekuasaan kepada > segelintir elite di partai politik dan hanya ingar-bingar di Jakarta. > > Atas pertimbangan tersebut, Laode meminta agar dalam memilih calon > menteri mendatang, salah satu kriteria yang harus dipertimbangkan > adalah merepresentasikan kekuatan berbasis daerah, selain kompeten di > bidangnya, memiliki integritas, serta memiliki pengalaman dalam > pengelolaan lembaga negara atau lembaga lain yang setara. (INU/SUT) >
