Halo Patrick, Salam kenal kalau begitu. Saya justru tertarik dengan kata obyektif dan salam dari patrick: "Salam obyektifitas". Obyektifitas kalau menurut saya, (mungkin yang lain bisa menambahkan, Pak Manneke atau Pak Lykh) bukan berarti netral atau tidak ini dan tidak itu, karena terkesan "bermain aman" di wilayah yang dalam perspektif Hak Asasi Manusia, kita harus berpihak pada sesuatu dengan alasan kemanusiaan. Dan ini sepertinya subyek tif.
Tentu apapun selalu ada positifnya. Kita lihat banyak pembunuh yang punya sisi kebaikan juga, di rumah dia menyayangi anak-anaknya, dia perhatikan apakah sudah tertidur lelap setiap malam dan mencium pipinya sambil mengusap rambutnya. Citra orang tua yang penyayang. Tetapi karena dia pelaku pembunuhan tidak bisa kemudian disikapi "ditengah-tengah". Begitu ya, mungkin bisa jadi diskusi ya Patrick, Tks responnya, Mariana Wednesday, April 18, 2007, 11:47:33 AM, you wrote: > Ibu Mariana, > Maafkan sy bila menuduh Ibu belum bergabung dgn diskusi ini. Mksd sy > dgn berpikir objektif adalah tdk lebih dari sekedar berargumen apakah > ada hal positif yg sempat dibuat Pak Harto selama menjabat sbg > presiden RI. Sesederhana itu kok..Tanpa pretensi apa2..tanpa tendensi > apa2...tanpa bermaksud menghujat...tanpa bermaksud membela Pak > Harto...Mksd sy hanya begitu...Hanya sekedar mengingatkan koridor > diskusi di milis yg menjadi kuliah gratis bagi saya :-) > Sekali lagi, sy bukan simpatisan Orba lho...Mari terus berdiskusi > Bu...NB: jgn panggil saya Bapak atau Pak, sy termasuk anggota termuda > di milis ini :-) > Salam hormat, > PAtrick Hutapea
