Kekhawatiran saya bahwa Polycarpus akan "dibereskan" saat Polycarpus dibebaskan dari tuduhan beberapa waktu lalu, kini semakin menguat. Setelah cukup lama mempertimbangkan apakah Polycarpus sang "kunci emas" kasus Munir akan dibereskan melalui jalur "luar" hukum, kini nampaknya pilihannya mengarah pada pemberesan melalui jalur hukum.
Akhir cerita detektif "Conyol" eh detektif Conan ini kira-kira seperti ini: 1. Polycarpus terbukti membunuh Munir. Karena Munir pejuang HAM, maka Polycarpus adalah sosok penentang HAM. Oleh karena itu Polycarpus harus dijatuhi HUKUMAN MATI. Soal apa motif Polycarpus, bisalah dikarang-karang.Hasilnya adalah: Misteri kematian Munir akan berakhir sampai di sini saja, karena kunci emasnya sudah "lebur". 2. Persidangan kasus Polycarpus-Munir ini akan berjalan lambat sampai melalui tahun 2009, di mana Pemilu sudah lewat. Bagaimanapun isu kasus Munir ini sudah terlanjur menjadi tema perjuangan SBY. Dengan penetapan Polycarpus sebagai pembunuh Munir menjadi terlihat kembali bahwa SBY "seakan-akan" tidak lupa pada janjinya. Secara politik hal ini akan menumbuhkan dukungan terhadap SBY, bahwa SBY pun penegak hukum dan pendukung HAM. Hasilnya: kalau SBY kembali terpilih jadi Presiden, Poly tetap akan dihukum. Kalau SBY tidak terpilih, terserah pada Presiden berikutnya. Skenarionya bisa berubah, hanya kalau Polycarpus mau buka mulut dengan jujur tentang siapa sutradara di balik semua ini. Tapi untuk itu Polycarpus harus membayar mahal. Mungkin keluarganya akan dhilangkan,dsb. Salam Mulyadi --- In [email protected], Lasma siregar <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Mudah-mudahan Poly panjang umurnya hingga kita bisa tahu, > siapa dibelakang semuanya ini? > Poly perlu dilindungi, soalnya siapa tahu dirinya nanti ada yang > me-MUNIR-kan. > All the best buat TEMPO dan RCTI. > > Buat Poly, ceritakanlah apa sebenarnya yang terjadi! > Soalnya hanya kebenaran yang akan membebaskan dirimu dari > siksaan jiwa. > > Salam > Las.
