Panjangnya birokrasi, banyaknya pungli dan korupsi masih ditambah lagi dengan
budaya ingin cepat selesai di masyarakat kita. Sering juga saya dengar,"Wah
saya lagi gak banyak waktu untuk urus itu. Ya udah, biar gampang yah nyogok aja
atau pakai calo..." Hahaha... Waduh ! Kalo kayak gini, siapa yah yang patut di
salahkan, PNSnya atau sistem yang rusak atau masyarakat yang sakit?
Salam,
Asri
PNS Komnas HAM
Endang sri mulyani <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Wah Mbak Fau, semua cerita mbak seperti mewakili perasaan saya, terus
trang saya paling males berhubungan dengan PNS, beberapa kali
pengalaman memang tidak pernah indah :))
yang terparah waktu saya punya NPWP baru, dengan niatan mulia saya
ingin bayar pajak dan pingin tau gimana proseduralnya. tapi di kantor
pajak saya dioper2 sampai 4 kali....bayangkan 4 kali beda lantai naik
turun kayak yang saya mau minta2 ke mereka, sementara orang2 yang
melempar2 saya itu, saya lihat sendiri bukan sedang sibuk kerja, tapi
sedang duduk2 ngopi (saya datang jam 11 an) dan rebutan
snack...bagaimana saya nggak enek.
saya yang mau menjadi warga yang baik saja dibuat "patah hati" karena
cara mereka memperlakukan, dan saya yakin hal kayak gini tidak hanya
saya yang alami.
Saya setuju saja gaji PNS dinaikkan, tapi asal jelas kriterianya,
kalau kita di Swasta pan gaji naik berdasarkan prestasi, lha
apakah "HRD" negara ini sudah punya lembar evaluasi "karyawan"nya???
tanya kenapa????
Ends