http://www.kompas.co.id/ver1/Iptek/0704/16/133518.htm
============================

SAN FRANSISCO, SENIN - Google kembali memberi kejutan karena tak mau kalah
dalam persaingan bisnis iklan di Internet. Demi sebuah perusahaan iklan
online DoubleClick, Google bersedia merogok kocek 3,1 miliar dollar AS agar
mengalahkan nilai penawaran pesaingnya Microsoft. Wall Street Journal
sebelumnya sempat merilis harga penawaran Microsoft terhadap DoubleClick
sebesar 2 miliar dollar AS.

"Kami telah mencapai kata sepakat untuk membeli DoubleClick. Ini sesuatu
yang sudah kami pikirkan sejak sangat lama," ujar CEO Google Eric Schmidt
melalui telekonferensi yang disiarkan dari kantor cabang baru Google di
Argentina, Jumat (13/4). Proses akuisisi ini diharapkan dapat diselesaikan
akhir tahun ini.

DoubleClick yang berdiri tahun 1996 merupakan pemain utama bisnis iklan
Internet generasi pertama pada akhir 1990-an. Layanannya berupa pasar
digital (marketplace) yang menghubungkan para agensi iklan, pemasar, dan
penyedia portal Internet. Lebih dari 1.500 klien korporasi besar pernah
menjadi pelanggannya.

Schmidt menyatakan, para karyawan Google dan DoubleClick telah lama bekerja
sama bahkan keduanya telah memiliki kantor operasional yang sama di New
York. Para pengiklan utama Google umumnya juga telah menggunakan platform
software DoubleClick untuk membeli, menjual, dan memantau perkembangan pasar
iklan. Sehingga integrasi keduanya diyakini tak akan terlalu susah.

Dengan akuisisi ini peluang Google untuk memperluas distribusi layanan
iklannya akan semakin terbuka. Sebab, Google tidak hanya menyediakan iklan
baris, namun mulai melirik iklan multimedia yang lebih gaya grafik. Masuknya
DoubleClick akan mempermudah Google untuk mengelola iklannya didukung
teknologi berbagai video YouTube yang diakusisi Google senilai 1,5 miliar
dollar tahun lalu.

"Pastinya (iklan video) merupakan kategori yang menyediakan pengukuran dan
target iklan yang lebih baik," ujar Sergey Brin, salah satu pendiri Google
dalam telekonferensi yang sama. Menurutnya, kombinasi YouTube dan
DoubleClick akan memberikan pilihan iklan yang menarik bagi para pengiklan.

"Hal tersebut mendorong Google menjadi pemimpin sejati," ungkap analis
senior Forrester Research, Shar VanBoskirk menanggapi akuisisi ini. Dengan
cara ini, Google memberikan pilihan iklan apapun di jagat maya. Selama ini,
bisnis iklan multimedia di Internet masih didominasi rivalnya Yahoo.

Namun, langkah Google masih ditanggapi dingin oleh pasar. Saham Google
sempat sedikit turun 1,10 dollar AS beberapa jam setelah kemenangan Google
diumumkan. Nilai akuisisi terhadap DoubleClick oleh sebagian analis dianggap
berlebihan. Apalagi hal tersebut dilakukan hanya selisih 6 bulan sejak
Google membeli YouTube senilai 1,65 miliar dollar yang sampai saat ini
bukannya menghasilkan keuntungan namun harus menghadapi berbagai tuntutan
pengadilan berkait masalah hak cipta. Tapi, bukan Google kalau tak memberi
kejutan bukan?


Sumber: AFP
Penulis: Wah


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke