- Saya melihat bahwa Inu Kencana (Syafii) manusia biasa juga. Tak lebih tak
kurang. Kalau sampai benar bahwa dia pernah memukul pradja-nya, apalagi
diakuinya sebagai perbuatan salah, saya kira tidak mengurangi penilaian saya
bahwa dia adalah orang baik : sang whistle blower. Justru karena manusia biasa
itu dia mau ambil risiko, agar kasus di IPDN segera terungkap--apalagi sekarang
baik pradja, dosen, dan lainnya, sedang menggalakkan Gerakan Mulut Tertutup.
Kehadiran Inu dengan segala gebrakannya, saya kira itu, penting ! Dan kita
perlu mendukungnya !
- Di milist tetangga bahkan ada yang memaki-maki Inu dengan kata-kata
menyeramkan: bau busuk dan sebagai penghianat !
- Soal penghianat atau pahlawan sebenarnya tergantung dari posisi mana sang
penilai berada. Juga tergantung apa kepentingan yang sedang diusungnya.
Dulu, Pangeran Diponegoro dicap PEMBERONTAK oleh Belanda, sementara bagi
bangsanya beliau adalah PAHLAWAN !
Salam
NHS
Haniwar Syarif <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
apa lagi kalo ternyata betul.. pak Inu mukul krn orang itu mau
berlaku
mesum... wah itu mah pukulan anti kemaksiatan ..masik o k punya. lain
mukul samopai mati.. yang isengan a la pradja spt tampak di TV..
Eh kalo ada yg nuduh macam macam ke pak Inu ... boleh nggakya nuduh macam
macam di latar orang yg nuduh pak Inu...apa sama bolehnya... smile..
Salam,
At 12:59 PM 4/20/2007, you wrote:
>Pak Gusti,
>
>Komentar saya singkat saja, mengutip Benito Mussolini, sang diktator
>dari Italia ini pernah berkata "There is a violence that liberates,
>and a violence that enslaves; there is a violence that is moral and
>a violence that is immoral."
>
>Salam,
>
>Patrick Hutapea
---------------------------------
Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
Check outnew cars at Yahoo! Autos.
[Non-text portions of this message have been removed]