Oleh SAMSUDIN BERLIAN 
Pengamat Bahasa
http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0704/20/utama/3463878.htm
================================

Kata disiplin merajalela begitu terjadi kasus IPDN yang sungguh
menyedihkan. Ada rasa bingung. Ada yang bilang tak boleh penerapan
disiplin seperti itu. Lo, disiplin kan bagus, masak siswa disuruh
tidak disiplin? Lalu diperjelas, yang tak boleh itu disiplin militer.
Pencinta militer cepat-cepat membantah, yang dikenal dan diterapkan
militer bukan disiplin seperti itu. 

Di Indonesia, orang kadung menyamakan disiplin dengan ketertiban dan
ketaatan yang ketat, sampai-sampai ada keyakinan bahwa ketertiban
hanya tercapai lewat ketaatan, padahal keduanya tak mesti berhubungan
sebab-akibat. Disiplin adalah taat melaksanakan apa saja perintah
atasan tanpa tunda tanpa tanya, apalagi mempertanyakan. Padahal asal
kata disiplin tak seperti itu. 

Disciplina dalam Latin berarti petunjuk, pengajaran, pendidikan.
Karena pergumulan kedisiplinan dalam dunia pendidikan menghasilkan
ajaran yang bertambah matang serta ajaran baru, ilmu itu sendiri atau
cabangnya juga disebut disiplin. Bukan hanya ilmu-ilmu modern, petuah
nasihat kebijaksanaan pun disiplin. 

Metode yang dipakai untuk mencapai hasil-hasil itu disebut disiplin.
Maka, disiplin juga berarti sistem keilmuan, kaidah-kaidah yang ketika
dijalankan dengan tekun akan membuat ilmu maju tumbuh berkembang. 

Seorang discipulus atau discipula adalah seorang murid atau pelajar.
Dalam bahasa Inggris, disciple adalah pengikut atau murid. Disciple of
Plato berarti orang yang mengembangkan filsafat menurut arah yang
digariskan Plato. Seorang discipulus yang tekun dan berbakat pada
akhirnya seorang disciplinatus, bijaksana dan terpelajar. 

Makna ketertiban dan ketaatan berkaitan dengan pendidikan karena suatu
pendidikan yang berhasil mau tak mau mengandung unsur sanksi atau
hukuman terhadap murid yang butuh dorongan lebih kuat untuk mewujudkan
potensi dirinya. Itu sebabnya mendisiplinkan berarti menghukum. Ini
hanya terjadi dalam rangka memajukan proses pendidikan, mengasuh anak
didik lewat penjatuhan hukuman yang membetulkan perilaku dan
merangsang murid maju, bukan untuk memuaskan si pendisiplin berangkara
murka. 

Disiplin juga mengacu pada situasi tertib tenang tekun yang dibutuhkan
dalam proses pengajaran. Dalam Oxford Advanced Learner's Dictionary of
Current English, discipline berarti pelatihan, terutama atas akal budi
dan kepribadian, untuk menghasilkan kemampuan menguasai diri,
kebiasaan untuk taat. Intinya ada pada pembentukan akal budi yang
mendarah daging, yang melahirkan seorang yang taat hukum berdasarkan
hati nurani, bukan karena takut terhadap pukulan, tendangan, dan ancaman. 

Istilah disiplin dalam makna yang terkait ilmu masuk ke Indonesia
relatif baru dibandingkan dengan makna ketertiban dan ketaatan. Kamus
Umum Bahasa Indonesia tidak memasukkan makna ini pada lema disiplin.
Bila mendengar kata disiplin, orang Indonesia biasanya tak berpikir
tentang ilmu, tapi tentang pelaksanaan perintah tanpa bantah, lebih
baik lagi kalau tanpa pikir. 

Ketika kata disiplin berkembang di Indonesia, makna sekunder ini yang
menonjol. Kamus Besar Bahasa Indonesia mengaitkan istilah disiplin
nasional, berdisiplin, dan mendisiplinkan hanya dengan ketertiban dan
ketaatan. Ironis, obsesi pada makna ini menghasilkan pendidikan ala IPDN. 



Kirim email ke