Rekan Dinda, boleh ikut sharing? Mudah2-an bisa membantu. 

Usulan yang bagus dari Dinda ttg perlunya kode etik thd tindakan dan 
prilaku pedamping (termasuk ucapan2 dan komentar2 pedamping). 

Tetapi sebagai manusia biasa, saya yakin ibu Yusi bisa saja merasa 
terganggu dan merasa perlu melakukan klarifikasi thd tuduhan2 yang 
dilakukan oleh Tamara B... (susah nulisnya :-)) dan keceplosan 
ngomong di media (saya mendengar sendiri komentar ibu Yusi di satu 
stasion TV). 

Cuma menurut saya (dan IMO, mestinya menjadi bagian dari kode etik 
yang diusulkan), klarifikasi semacam lebih tepat dilakukan oleh 
pihak yang meminta bu Yusi berperan sebagai pendamping atau oleh LSM 
di mana ibu Yusi bernaung, tentu saja dg persetujuan bu Yusi (yg 
harus konsisten berperan di publik sebagai pihak yang netral).

Mungkin dari sisi aturan hukum, perlu dipertegas bahwa tanggung-
jawab pendamping dipikul oleh pihak yang meminta pedampingan (dalam 
kasus salah satu orangtua/ pihak secara resmi meminta pedampingan) 
atau oleh LSM ybs (dalam kasus LSM/Komnas PA ini mengambil inisiatif 
untuk secara pro-aktif merasa perlu dan sangat urgen untuk melakukan 
pedampingan demi kepentingan anak).

Jadi IMO, gugatan Tamara ke ibu Yusi tidak tepat.

Salam

--- In [email protected], Titiana Adinda 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> 
> Aku nih mau tanya kepada para pendamping perempuan dan anak korban 
kekerasan......
>    
>   Gimana kalo teman-teman di laporkan ke pihak kepolisian seperti 
yang dialami oleh Ibu Yusi oleh Tamara Bleszynski?
>    
>   Pernah nggak ya teman-teman mengalaminya?Please sharing dong 
pengalamannya....
>    
>   Dari kasus itu tuh aku makin yakin kalo pekerja kemanusiaan 
butuh proteksi khusus agar jangan sampai terjadi lagi pelaporan kaya 
gitu apalagi kalo nanti sampai dihukum.
>    
>   Menurut teman-teman,pantas dan lazimkah yang dilakukan oleh ibu 
Yusi itu yang katanya dari sebuah LSM Lembaga Pemerhati Anak (aku 
nggak tahu namanya)?
>    
>   Mengeluarkan statement kepada media thd keenganan Rasya untuk 
bertemu ibunya?
>    
>   Bisa di benarkan kah tindakan itu?
>   Bagaimana menurut teman-teman?


Kirim email ke