Kalau ada Parpol yang mau mengusung bung Hasan Zein Mahmud atau kalau
beliau berani maju sebagai calon independent
saya akan memberi suara saya kepada beliau pada Pilpres 2009 nanti,
walaupun bakal kalah daripada saya Golput. Tapi sepertinya akan
menyerupai burung pungguk merindukan bulan saja...
Mengapa? Karena orang dengan tipologi jujur, ulet, cerdas, santun,
berprestasi, rendah hati... tidak bakal laku dijual di negeri ini yang
terlanjur mengidap kleptokrasi tujuh turunan ini... Yang laku dijual
ialah yang type muka badak, penganut paham kekerasan pangreh praja model
senior IPDN, bermental "semua bisa diatur' dan berprinsip "kalau bisa
dibikin susah, kenapa dibikin gampang" serta terakhir "yang penting
semua senang" dan yakinlah "bersama kita bisa"... untuk melakukan apa
saja sesuai kemauan kelompok partisan kita...
Mang Iyus
Re: Agenda HB X
<http://groups.yahoo.com/group/apakabar/message/84327;_ylc=X3oDMTJybDVhczFqBF9TAzk3MzU5NzE1BGdycElkAzExMzk0MjgEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MzI5NzI5BG1zZ0lkAzg0MzI3BHNlYwNkbXNnBHNsawN2bXNnBHN0aW1lAzExNzcxMTkwNzY->
Posted by: "Narliswandi Piliang" [EMAIL PROTECTED]
<mailto:[EMAIL PROTECTED]>
narliswandi <http://profiles.yahoo.com/narliswandi>
Fri Apr 20, 2007 9:41 am (PST)
Urun rembuk aja sedikit. Tampaknya yang layak diperjuangkan adalah
tampilnya calon independen di luar partai. Artinya jika ada manusia
Indonesia yang masih menilai tinggi ponten moral dan etika - - karena
ini juga syarat utama yang harus dipegang seorang profesional - - boleh
berhimpun untuk menjagokan sosok yang tak harus itu-itu saja. Kita harus
berani menjagokan nama-nama "muda".
Kenapa takut seorang Hasan Zein Mahmud, misalnya, tampil sebagai calon
presiden.
Saya kok percaya pada value of money: RELATIF! Kalo mau, segalanya bisa,
untuk tidak lagi mengusung nama-nama yang telah "usang" dan menjadi
sejarah. Saatnya "tutup buku" untuk melihat masa depan yang benar-benar
baru, dan benar-benar mengemban amanat Pancasila, bukan sebaliknya.
Trims
NP
Hasan Zein Mahmud <[EMAIL PROTECTED] <mailto:hzmahmud%40bbj-jfx.com>>
wrote:
Pisowangan yang menyusuli pernyataan, merupakan perhelatan politik dalam
baju
tradisi budaya. Kesimpulan yang ditulis Kompas memang mencuat: HB X memiliki
modal sosial yang kuat, tapi modal politik yang masih sangat minim.