kalau kita mana ada uang untuk sekedar cek n' ricek engine-nya pesawat, karna uang untuk operasionanya sudah disunat duluan, jadi peribahasanya terbalik "bersenang-senang dulu, sengsara kemudian"
bodo_kerlchen <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Maaf kalo pendapat saya keliru, "warning" (BUKAN larangan!) dari pemerintah AS terhadap warganya, itu merupakan "tanggung jawab" pemerintah, merespons "pernyataan resmi" pihak RI. Bahwa turis asing masih tetap terbang dengan maskapai domestik kita, itu bukan merupakan "indikator" kepercayaan mereka pada maskapai kita!! Emangnya bisa mereka naik PAN-AM atau LUFTHANSA atau JAL dari jakarta ke pulau Komodo ?? Atau mereka harus naik "ojeg" ?? Jadi sama aja seperti saya buat KTP tetap ke Kelurahan, atau bikin passport ya ke kantor Imigrasi .. coba kalo bisa bikinnya di warung sebelah rumah saya ??!! Jadi ngga salahnya kita berfikir sedikit realistis .. Salam, Bodo
