Bagi saya keberadaan iklan boleh-boleh saja, asal diatur secara bijaksana, 
seperti kata sang penemu software, Purnomo.
Misalnya saat acara siaran langsung sepakbola atau film lepas, tentu pemirsa 
akan sangat terganggu bila tiba-tiba muncul si Komeng atau Tukul membawakan 
produk iklan, walau pun mereka setengah mati ngetopnya.
 
Salam.

----- Original Message ----
From: Agus Muhajir <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Sunday, April 22, 2007 2:06:48 AM
Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Program Pengalih Iklan TV - Ancaman buat 
stasiun TV dan biro iklan

idenya cukup mengagumkan.

tapi bisa saja para stasiun TV menggunakan strategi lain untuk iklannya. 
misal basis text, scroll pada bagian bawah.

seperti halnya situs internet, yang banyak mengandalkan kelap-kelip dari banner 
- banner-nya. tp berbeda dengan GOOGLE yang menggunakan mekanisme iklan baris 
atau text.

hal ini sangat dimungkinkan terjadi pada TV. dengan begini, pemasang iklan di 
TV tidak hanya institusi atau pemasang iklan yang bermodal ventura (baca : 
besar) saja. mungkin restoran kecil aja bs pasang iklan.

perihal deteksi logo menggunakan program komputer, dengan permainan IF-nya, 
tidak akan berlaku jika tiap iklan visual ternyata logo TV tetap ada.

tp jangan khawatir, kembangkan terus alat tersebut. seperti halnya kalau di 
internet kita mengenal utility "pop up remover".

sedangkan bagi stasiun TV, siap-siaplah membaca kelemahan yang ada.

tetap semangat.


--agus muhajir--


Kirim email ke