Menurut sy sih memang benci orang atau negara nggak boleh,, yang boleh benci kelakuannya.. Itu menurut Islam yg saya pahami..
Jadi yg boleh dibenci sifat " keyahudian " walau sebaiknya dijabarkan apa sifat itu .. dan sifat itu bisa saja ada pada non yahudi, atau sebaliknya non yahudi ada yg tidak punya sifat itu. Nah soal soladaritas thd Palestina.., dalam politik LN kita ini,maunya kita konsisten.. , maksa sih sudah nggak punya hubungan diplomatik, nolak mrk ikut di Asian Games IV Jakarta , lalu larang tim tenis federation cup kita bertanding ke Israel.., dan masih banyak lg kasus serupa.. yg tentunya lebih diarahkan pada solidaritas pd Palestina..., ketimbang benci pada ornag Israel.. Eh ujuk ujuk .. ada menerima delegasi parlemen Israel..nggak konsisten itu.. Yg paling sedih ya.. yg seperti Angelique Wjaya gitu... At 12:20 AM 4/25/2007, you wrote: >Isu Israel dan Yahudi di negeri kita sudah simpang-siur babak-belur macam >rujak bebek. Sadar atau tidak orang sudah samar dalam membedakan mana >Yahudi mana Israel. Tidak jelas lagi apakah orang itu benci Yahudi atau >benci Israel atau kedua-duanya. Tidak pasti lagi sejak kapan, kenapa dan >siapa suruh benci dengan cara itu. >Fakta pertama, tidak semua keturunan Yahudi di muka bumi in adalah warga >negara Israel sebagaimana juga tidak semua warga negara Israel adalah >100% berasal dari keturunan Yahudi. Kalau kita pergi ke Mesir atau Moroko >yaitu negara anggota Liga Arab, maka di situ ada menetap penduduk minoritas >berdarah Yahudi yang sudah hidup turun temurun selama berabad-abad lamanya. >Demikian pula di Israel ada warga negara yang berketurunan Arab. Nah, >sekarang apa masalahnya kita memperdebatkan kehadiran seorang warga Amerika >yang punya seluk beluk akar keturunan Yahudi datang ke negeri kita yang >jelas-jelas melalui aturan keimigrasian RI yang sah? Jelas ini yang >bermasalah sebenarnya kita sendiri karena tidak punya pijakan. >-- >Fakta kedua, banyak orang kita telah dijangkiti rasa benci kepada orang >Yahudi atau Israel dengan cara yang keblinger, tapi selalu mengaku karena >berdasar Agama Islam yang dianutnya. Kalau membenci bangsa Israel maka >bagaimana dengan orang Israel yang Arab atau muslim? Kalau dikata benci >orang Yahudi, maka bagaimana dengan keturunan Yahudi yang dulu masuk Islam? >Bagaimana dengan nabi-nabi yang berasal dari keturunan Yahudi? Jadi jelas >mempermasalahkan orang karena keturunan Yahudinya atau karena faktor >kebangsaan Israelnya andalah kontradiksi dengan ajaran Islam. .Islam tidak >mengajarkan penganutnya menghina keturunan atau bangsa. Islam tidak melarang >umatnya berhubungan dengan orang Yahudi atau bangsa apapun karena semua itu >sebenarnya sama dari Keturunan Adam, termasuk orang Yahudi. >-- >Fakta ketiga, banyak orang Indonesia benci Israel atau Yahudi karena ikut >simpati dengan perjuangan politik bangsa Palestina. Tapi perbedaan politik >dalam kasus Israel-Palestina tidak bisa diselesaikan dengan benci-bencian >karena terbukti tidak menyelesaikan masalah dan justeru malah semakin >mengkeruhkan keadaan dan memperluas konflik secara >berkepanjangan. Bersimpati kepada Bangsa Palestina itu wajar saja, tapi >kita juga harus realistik dalam cara membantu perjuangannya. Bangsa >Palestina harus disadarkan tentang dirinya sendiri supaya tahu bahwa >dalam perjuangan politik hampir tidak pernah ada penyelesaian konflik yang >bisa memuaskan sepenuhnya. Kita justeru harus lebih banyak mendorong dan >menciptkansuasana yang kondusif untuk terus berlangsungnya dialog >penyelesaian konflik, bukan menyulut api emosi kedalam sekam yang sudah >sekian lama membara. > >SH
