Reklamasi Pantura Jakarta: Memiskinkan Nelayan
Oleh : Khalisah Khalid (Kadiv. Kampanye WALHI Jakarta)
Asumsi yang digunakan oleh pemerintah Provinsi Jakarta, bahwa
reklamasi Pantura akan memberikan kesejahteraan kepada nelayan yang hidup di
sepanjang kawasan Teluk Jakarta, merupakan salah satu asumsi yang berbanding
terbalik dengan kondisi nasib nelayan hari ini.
Fakta di perkampungan nelayan yang tinggal dan hidup dari manfaat Teluk
Jakarta, justru semakin terpinggirkan. Proyek reklamasi Pantura ini, paling
tidak telah menggusur alat-alat produksi nelayan yang berada di Muara Angke,
Kamal Muara dan Dadap. Akibat dari penggusuran alat-alat produksinya, para
nelayan ini mengalami penurunan mata pencaharian yang cukup drastis.
Sebelumnya, nelayan bisa menghasilkan Rp. 200.000-300.000 ribu/hari, setelah
alat-alat produksinya digusur, para nelayan kini hanya mengandalkan dari
budidaya kerang yang setiap harinya mendapatkan hasil Rp. 50.000-70.000/hari,
dan tentu saja ini tidak cukup untuk menutupi kebutuhan hidup sehari-hari.
Selain itu, para nelayan juga mendapatkan intimidasi dan ancaman-ancaman
penggusuran setiap harinya. Dari sini jelas terlihat bahwa Pemerintah Provinsi
Jakarta telah melakukan pengabaian dan pelanggaran terhadap hak asasi manusian
(HAM) yang seharusnya justru kewajiban pemenuhannya melekat kepada Negara.
Dari sini jelas membuktikan bahwa alasan Pemerintah Provinsi Jakarta
untuk hanya merupakan upaya-upaya untuk membohongi publik. Dengan reklamasi
Pantura ini, sesungguhnya nelayan justru menjadi korban dari kebijakan
Pemerintah ini. Bukan hanya digusur atau mendapatkan intimidasi, tetapi juga
akan dipindahkan ke lokasi lain yang artinya berarti juga akan merusak tatanan
sosial dan budaya nelayan setempat yang telah hidup turun temurun disini.
Proyek reklamasi Pantura ini memang bukan ditujukan bagi kesejahteraan
kelompok nelayan yang selama ini telah termarginalkan oleh sistem pembangunan
kota Jakarta, melainkan untuk kelompok pemodal yang akan menggunakan Pantura
sebagai areal bisnis dan orang-orang kaya yang akan menjadi penghuni di areal
pemukiman yang juga akan dibangun disana.
---------------------------------
Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
Check outnew cars at Yahoo! Autos.
[Non-text portions of this message have been removed]