http://www.kompas.co.id/ver1/Iptek/0704/23/083437.htm
===========================

Tak cukup mengakuisisi YouTube dan DoubleClick, Google terus
berekspansi. Kali ini raksasa software tersebut membeli teknologi
konferensi video yang dikembangkan perusahaan Swedia Marratech. Tidak
hanya teknologinya yang dibeli, insinyur dan tim pengembangnya diambil
alih pula. 

Dengan software ini, pengguna Internet dapat melakukan konferensi
audio maupun video, bebagi dokumen, dan berkirim pesan. Software klien
dapat berjalan di hampir semua platform dari Windows 2000 atau XP, Mac
OS 10.4, serta beberapa distro Linux seperti Mandriva 10.2, Suse 9.1,
dan Fedora Core 2. Spesifikasi harware yang dibutuhkan minimal dengan
frekuensi kerja 1 GHz.

Teknologi tersebut berawal dari riset di Centre for Distance-Spanning
Technology (CDT) Universitas Teknologi Swedia pada tahun 1995.
Mulanya, software terebut ditujukan untuk mempermudah sistem
pembelajaran jarak jauh namun kemudian diperluas untuk kebutuhan
bisnis yang dikelola Marratech. 

Selama ini, Marratech menawarkan layanan ini dalam dua pilihan, yakni
pengguna korporasi bisa membeli sistem untuk servernya sendiri atau
hanya menggunakan layanan yang dihitung berdasarkan waktu pemakaian.
Dengan akuisisi ini, seluruh aspek bisnisnya dan dukungan teknis
kepada konsumen dan pemasar tetap berjalan seperti biasa namun tidak
lagi dilakukan atas nama Maratech.

Google sendiri, menurut juru bicaranya, Jumat (20/4), sementara hanya
akan menggunakan software ini untuk kepentingan internal. Ia enggan
menjelaskan rencana selanjutnya, apakah akan meneruskan pemasarannya
atau akan digabungkan ke layanan Google lainnya. Kalaupun dipasarkan,
masih samar apakah akan berbayar atau cuma-cuma seperti layanan Google
pada umumnya. 

"Software tersebut akan dikombinasikan dengan perangkat konferensi
video yang telah dipakai Google selama ini," tulis Douglas Merrill,
wakil presiden teknik Google dalam blognya. Pihaknya akan belajar dari
para insinyur riset dan pengembangan Marratech yang akan tetap
ditempatkan di Swedia untuk mengeksplorasi teknologi ini.
  
Jika software ini tersedia bagi para pengguna Google, baik berbayar
atau tidak, Google harus bersaing dengan Cisco yang bulan lalu
mengakuisisi penyedia teknologi serupa WebEx senilai 3,2 miliar dollar
AS. Kompetisi layanan konferensi video juga telah diramaikan lebih
dulu oleh Microsoft dengan LiveMeeting dan Adobe Connect. Sedangkan
Google saat ini fokus menyediakan layanan berbagi terutama dalam
Google Docs & Spreadseets, yang dikabarkan akan ditambah dengan
software presentasi. Kita lihat saja apakah software konferensi video
akan masuk ke sana.


Sumber: PC Magazine
Penulis: Wah



Kirim email ke