KOMPAS/Kamis, 26 April 2007                                                   
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                
  Sampah Membusuk di Laut  
Pembersihan Teluk Jakarta Harus Libatkan Lintas Sektor
  
  
Jakarta,  kompas - Perairan Teluk Jakarta telah menjadi tong raksasa yang 
setiap  saat selalu kelimpahan sampah. Berbagai jenis sampah membusuk,  
menebarkan aroma tidak sedap di laut.  
Pengamatan  Kompas yang menyusuri laut Teluk Jakarta dari Marunda di timur 
hingga  Kamal Muara di barat menyaksikan sampah bertebaran di sepanjang pantai. 
 Sampah paling banyak terlihat di sekitar permukiman kumuh di kampung  nelayan 
Marunda Pulo, Cilincing, Kalibaru, Muara Baru, dan Kapuk.  Gundukan sampah laut 
paling besar terlihat di muara Cengkareng Drain.  
Sampah  membusuk, menebarkan aroma tidak sedap setelah bercampur dengan limbah  
industri. Air laut tidak lagi bening, tetapi berwarna coklat, hitam,  hijau, 
dan berbuih. Baling-baling mesin perahu cepat yang ditumpangi  berkali-kali 
tersangkut sampah.  
"Meski  setiap hari ada empat kapal pengumpan menjelajahi perairan pantai untuk 
 mengumpulkan sampah dan satu kapal kargo siaga di salah satu titik  untuk 
menampung, kami kewalahan. Ada sedikitnya 50 meter kubik sampah  terkumpul 
setiap hari. Ini pekerjaan sekaligus tantangan paling berat,"  kata Kepala Suku 
Dinas Kebersihan Jakarta Utara Barmen Sijabat, Rabu  (25/4).  
Sampah  laut tidak bisa dilihat sebagai masalah yang hanya ditangani Pemerintah 
 Kota (Pemkot) Jakarta Utara saja, atau Pemerintah Kabupaten Kepulauan  Seribu. 
"Sangat keliru kalau ada pandangan dan pendapat yang  membebankan penanganan 
sampah hanya ke dua wilayah itu karena sampah  paling banyak dihanyutkan oleh 
13 sungai yang mengalir melewati tiga  provinsi, yakni Jawa Barat, Banten, dan 
DKI Jakarta," katanya.  
Penanganan terpadu    
Wali  Kota Jakarta Utara Effendi Anas dan Wakil Bupati Kepulauan Seribu Abdul  
Rahman secara terpisah mengungkapkan, sampah laut sebagai masalah  bersama yang 
harus ditangani terpadu oleh pusat dan daerah.  
Effendi  bahkan tetap mengajukan gagasan perlunya manajemen pengelolaan pantai  
dan perairan teluk yang terpadu. Tanpa manajemen yang terpadu, sangat  sulit 
membersihkan sampah di laut.  
Abdul  Rahman mengatakan, sampah rumah tangga dan limbah industri terus  
mengepung perairan laut Kepulauan Seribu. Setiap hari ada sekitar 2.000  
ton-3.000 ton sampah yang tiba di wilayah itu, dengan titik terjauh  hampir 
mendekati Pulau Pari atau sekitar 35 kilometer dari Pantai  Marina, Ancol, 
Jakarta Utara.  
Perairan  laut yang masih bersih terlihat di sekitar Pelabuhan Tanjung Priok 
dan  Pantai Ancol Jakarta Baycity (Ancol). Kepala Departemen Corporate Plan  
Ancol YJ Harwanto menegaskan, sampah selalu datang setiap saat ke  pantai 
akibat terbawa arus.  
"Setiap  hari kami giat membersihkan agar tempat wisata ini selalu indah. Kalau 
 saat banjir, ada lebih dari 100 ton sampah terkumpul per hari. Dalam  kondisi 
normal, hanya dua atau tiga truk. Penanganan sampah laut ini  seharusnya 
terpadu, tidak sektoral," katanya. (cal) 
    
       
---------------------------------
Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
 Check outnew cars at Yahoo! Autos.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke