Salam, Saya setuju dgn pendapak Pak Paulus, tp kok saya menemukan frase 'orang kampung' di posting ini yg kurang nyaman saya baca. "orang kampung" itu seperti apa pak?
gaffar --- In [email protected], "Paulus Tanuri" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Saya setuju dengan anda Pak. Selain trans 7, la tivi juga menyajikan acara > serupa dengan pembawa acaranya seorang gadis muda. > Saya suka dengan alam, dan istri saya juga suka dengan acara satwa liar. > Tapi sayang acara-acara yang dibuat oleh stasiun TV lokal kok rasanya asal > jadi, dan banyak jadi-jadiannya (dibuat buat). Pembawa acara terlihat tidak > mengerti sama sekali mengenai alam liar, tidak mengerti bagaimana seharusnya > berhadapan dengan hewan di alam liar. Cuma bisa berteriak-teriak seperti > orang kampung baru ketemu MALL di jakarta. > Terakhir yang saya tonton di lativi, mengenai Penyu yang baru bertelur. > Pembawa acara sibuk berteriak-teriak lari sana sini mengejar sang penyu yang > harusnya mencari tempat yang tenang untuk bertelur. Istri saya sampai gemas > dan bilang ( ini pembawa acara kok kaya orang kampung. ). Penonton saja > terganggu dengan sikapnya, apalagi si penyu itu ? > > Masukan buat stasiun TV yang mau mengadakan acara-acara serupa. Alam liar > itu memang menarik. Sangat menarik malah. Dan jangan rusak semua keindahan > dan kecantikan alam dengan tingkah pembawa acara yang gak ngerti apa apa. > Kami ini bosan dan muak lihat acting para aktor dan aktris yang gak masuk > akal di sinetron2 aneh yang ada. Jadi kalau bikin acara tentang alam, ya gak > usah dibumbui dengan akting yang aneh-aneh lagi. Yang wajar ajah. Dan > pembawa acaranya pilih yang memang mengerti tentang alam liar. > > > Regards, > Paulus T. > [Non-text portions of this message have been removed]
