halo pak Goen...

memang benar apa kata pak Goen, hal samacam itu memang
buruk kalo kita lihat, tapi memeang itulah realitas
masyarakat kita, karna semua hal sudah di ukur dengan
duit.....UUD (ujung - ujungnya Duit). menurut saya
kara na konstruksi sosial dalam masyarakat kita telah
dibelokkan ke arah kapitalis, (mana ada di Indonesia
yang gak di ukur ama duit) semua diukur dengan uang,
budi luhur, ilmu, teman semuanya sudah hilang, luntur
dengan gesekan pecahan 100.000an..

bagi saya lebih menyenagkan nonton tukul dengan
kristalisasi kringatnya daripada liat uang dibagi2,
ditakutkan masyarakat kita ingin memperoleh uang
dengan instan tanpa mau bekerja keras yang pada
akhirnya juga merugikan masyarakat kita sendiri...

salam
Rian

--- Goenardjoadi Goenawan <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:

> halo sahabat,
> 
> saat ini marak berbagai macam undian dan kuis
> berhadiah duit, namun satu hal yang sungguh
> mengganggu dan tidak baik, duit dipajang,
> dikipas-kipaskan sebagai iming-iming kepada peserta.
> 
> Kuis super deal 2 milyar rajanya, duit satu juta,
> dua juta, sepuluh juta, sebelas juta
> dikipas-kipaskan kepada peserta, diiming-iming
> secara tidak benar, seolah olah semua penduduk di
> Indonesia budak uang, demi uang kesetanan, hanya
> menunggu tirai 1 atau tirai 2.
> 
> Trans TV dan TV 7 bagi-bagi TV 21 inch, SCTV ikutan
> dengan membagi-bagi uang cash [duit beneran]
> dikipas-kipas kepada pemenang dua juta, kalau
> menjawab benar tiga juta atau empat juta,
> duduk-duduk nonton TV dapat hadiah, sungguh pesan
> goblok dari TV Broadcaster, membodohi masyarakat,
> 
> Undian dimana-mana bergambar hujan duit, duit
> ratusan ribu disebar dibuat mandi uang, gambar
> perempuan berada di bath tub penuh dengan lembaran
> ratusan ribu, mau jadi apa bangsa kita?
> 
> Kemana lagi pahala, amanah, amal, ilmu?  sudah
> ditukar menjadi duit semua.....
> 
> salam,
> GG

Kirim email ke