Salam Milis FPK
Lumpur lapindo merupakan sebagian riwayat industri perminyakan di Indonesia
yang terlambat penanganannya dan ajang untuk triall and error sekelompok
konsultan atau ahli,, pada coba dilihat milis rilis saya sewaktu saya tidak
setuju dengan adanya relief well dll. statement itu sudah saya lontarkan
sebelum relief well dilakukan dan baru side tracking. Apalagi sekarang dengan
bola-bola beton....... tambah tidak ada faedahnya. Seharusnya lapindo lumpurnya
dianggap kaya orang luka bakar yang seharusnya diberi saleb sehingga semua
permukaan tertutup, kalau bola ya sesaat saja berkurang tetapi gas atau uap
atau crude oil yang lebih ringan akan sangat mudah menyusup diantara bola-bola,
dan kalau lubang tidak stabil akan menjebol di daerah lain.....saran saya cari
ramuan serbuk untuk ditaburkan ke luka bakar tadi yang mempunyai sifat
mengembang jika kena panas, dan menyerap air serta mempunyai kekuatan ikatan
menutup yang keras. Teknisnya pelaksanaannya lubang yang mengeluarkan
semburan diisolasi dengan pipa casing stove pipe atau sesuai ukuran diameter
semburan baru diatasnya ditaburkan ramuan serbuk tadi. hal ini akan lebih
effeftif dibanding bola-bola yang tidak akan menutup semua luka yang ke segala
arah. Saya bersedia memberikan ramuan (jenis additive expanding, light weight,
high strength dengan simulasi ukuran berat) (hasil disertasi S3) yang sudah
dipublikasikan di forum internasional pada lapangan panas bumi Di World
Geothermal Congress Atalya Turkey 2005 dan Ikatan ahli teknik perminyakan
Indonesia 2006, serta sudah disidang terbukakan di sekolah pascasarjana ITB
awal tahun 2007.
Silahkan teman-teman yang bisa mengakses ke lapindo atau pemerintah email ke
: [EMAIL PROTECTED]
Salam,
Nur S
walsuparmo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Salam,
Sepantasnya mahasiswa jangan hanya ikut demo dengan mempeRgunakan
MULUT tetapi mempergunakan OTAK untuk mencari pemecahan bagaimana
menghentikan lumpur lapindos( bukan LAKI2 INDONESIA PENUH DOSA).
Wasalam,
Wal Suparmo