Jawabannya relatif, Mas Dwiyatno.
Kalau yang mencintai buku, CD dan DVD seperti saya, ya sudah jelas alasan saya 
pergi ke Mall.
Kan tidak mungkin mendapat buku, CD atau DVD di Taman Safari atau Cibodas?
Entah apa alasan pengunjung yang lain.

BTW saya juga senang "back to the nature", misalnya jalan-jalan ke pedesaan, ke 
gunung atau ke pantai, hanya saja frekuensinya tidak terlalu banyak, karena 
harus diperhitungkan juga budget transport, akomodasi, uang saku buat beli 
souvenir dll, yang kalau dihitung-hitung lebih mahal, dibandingkan kalau cuma 
mampir ke Mall di sekitar Jakarta.

Salam.



----- Original Message ----
From: Dwiyatno Rumlan <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Sunday, April 29, 2007 11:14:27 PM
Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] "Lho berarti, orang2 yang pergi ke mall itu 
mencintai apa dong ?"

Rekan2 FPK, 
Selagi ngomongin soal mall, saya jadi pengin ikut cerita yang sedikit ada 
hubunganya dengan mall. Hari sabtu kemarin kami sekeluarga (istri saya, dan dua 
anak saya 10 tahun dan 9 tahun) ke Taman nasional gunung gedhe-pangrango. 
Berangkat pagi, sampai di cibodas parkir di taman mandalawangi, persis sebelah 
pintu masuk taman nasional cibodas, kemudian jalan kaki keatas mengikuti rute 
pendakian ke gunung gede-pangrango.

Tujuan kami memang cuma ke curug cibereum, sekitar 3 km dari tempat parkir 
mobil, namun jalanya sangat menanjak, meskipun aman karena memang sudah dibuat 
undak2an batu. Setelah membayar tiga ribu rupiah masing2 orang, kami memulai 
pendakian.

Ini kali pertama kami ke tempat ini, ternyata banyak sekali, orang lain yang 
juga sedang ingin mendaki, sebagian adalah mahasiswa yang membawa perlengkapan 
lengkap untuk mendaki hingga ke puncak gunung gede ataupun pangrango. Mereka 
akan menginap di kedung badak yang sekitar empat jam pendakian dari pintu 
masuk, sementara ke air terjun cibereum hanya sekitar satu jam perjalanan saja.

Selama dalam perjalanan ke pendakian, kita saling sapa dengan akrab dengan 
sesama pendaki, obrolan2 ringan-tegur sapa-atau paling tidak saling tersenyum. 
Anak saya laki2 (9 tahun), bertanya kepada saya " Pak, kenapa orang-orang yang 
mendaki gunung ini kok ramah-ramah ya ?! dan kelihatan akrab padahal belum 
pernah saling ketemu. Kok lain sekali dibanding kalo kita jalan-jalan ke mall, 
yang mana jarang sekali ada yang saling bertegur sapa kalau belum pernah kenal 
sebelumnya. Kenapa ya, toh yang naik gunung ini manusia, yang di mall itu kan 
juga manusia pak ?!"

Wah, menghadapi pertanyaan anak lanang ini, sambil mengatur nafas, saya mencoba 
berfikir, dan inilah jawaban saya, mohon dikoreksi kalau jawaban saya ini salah 
" begini lho nak, orang-orang yang mau bersusah payah mendaki gunung ini, 
disamping hobby, mereka tentunya mencintai alam, dan orang-orang yang mencintai 
alam, tentunya mereka mencitai kehidupan, orang-orang yang mencintai kehidupan 
tentunya adalah orang-orang yang mensyukuri kehidupan, orang yang mensyukuri 
kehidupan adalah orang-orang baik, dan orang-orang baik tentunya mencintai 
sesama, mereka perduli pada sesama. Kalau mereka mencintai tumbuhan dan 
binatang, tentunya mereka juga mencintai manusia."

"Lho berarti, orang2 yang pergi ke mall itu mencintai apa dong ?"

Rekan2 FPK, saya tidak tahu apa yang musti saya jawab, yang saya tahu, mall itu 
adalah tempat belanja, dalam berbelanja yang menjadi raja adalah uang. Tapi 
akan berlebihan dan tidak sepenuhnya tepat, kalau saya bilang ke anak saya, 
bahwa orang-orang senang pergi ka mall, karena mereka mencitai uang dan materi 
..........Karena bagaimanapun sekarang ini mall sudah menjadi tempat pelesiran, 
tempat rekreasi ....... 

Salam 

Kirim email ke