Yth Pak Ghozan,

Metoda SENSORI MOTOR yang saya gunakan bukan Sensori
Integrasi yang biasa anda lihat di tempat-tempat
terapi.

Saya juga tau apa yang anda maksud kan. Memang saya
memodifikasi sistim Sensori Integrasi menjadi suatu
sistem yang terpadu yaitu sistem SENSORI MOTOR.
ternyata dengan metoda ini untuk kemajuan anak sangat
signifikant.

Karena mengoptimalkan kemampuan manusia baik secara
akademis maupun kestabilan Emosi ternyata kuncinya ada
pada sistem sensori bila kita dengan cermat dan tepat
menstimulasikannya pada anak.Dan bukan menstimulasi
anak dengan cara yang monoton itu pasti tidak
menghasilkan apa2betul seperti yang anda katakan.

Dan saya sama sekali tidak menggunakan cara-cara
seperti yang anda uraikan dibawah itu.Saya lebih
memberikan anak kebebasan bermain dengan menggunakan
permainan-permainan yang anak harus mengunakan
logikanya dan anak harus berusaha mengupasnya sendiri.

Tentu saja dengan model ini, saya terpaksa harus
mendatangkan banyak permainan - permainan atau game
yang mengandung unsur-unsur pelajaran seperti
matematika, ketrampilan penglihatan, dan pendengaran
dari LN dan ketrampilan motorik juga.

Juga kami tentunya banyak memodifikasi
permainan-permainan gerak tubuh seperti anak2 jaman
dahulu tentunya sudah kita aktualisir lagi.

Banyak program basic yang harus dikenal anak secara
kongkret itu yang saya gunakan. Setiap hari anak aktiv
baik dikelas maupun di luar kelas.

Kita menggunakan music, memperkenalkan anak dengan
alat-alat musik. Juga alat-alat lukis sebagai unsur
prewritingnya 

Kita perkenalkan mereka dengan alam seperti air,
kebun, tanaman, tumbuh2an, pasir, tanah dan lain-lain
sesuai dengan fungsinya. Tentu saja kita perkenalkan
mereka terang dan gelap.

Dan anak-anak kita perkenalkan secara kongkret.Selain
itu cara kami memberikan ada tahapannya, seperti
tahapan pengenalan bentuk, tahapan pengenalan fungsi.
tahapan mengevaluasi, tahapan yang penuh dengan
tantanganagar mereka termotivasi untuk mencari jalan
keluarnya.

Yang penting kami bukan menilai hasilnya melainkan
proses yang dibuat oleh anak....dari sudut itu kami
baru membantu anak.

Sifat pendidikan dikami bukan mengajarkan melainkan
mengarahkan...anak yang harus menyimpulkan sendiri.

Guru hanya mendampingi memberikan instruksi lalu
membiarkan anak mencoba sendiri saat mereka "Mentok"
baru guru turun tangan untuk mengarahkannya dan
memotivasi supaya anak tidak "Give Up"

Apakah dengan penjelasan saya anda bisa melihat
perbedaannya? 

Bila ingin informasi yang lebih lanjut bisa anda
hubungi kami

Daycare SENSO SCHULE 
Jln. Cilandak I/45, Jakarta Selatan
Belakang Citos
telpon : 750 39 05/759 00 109

Salam dari Ratih


--- ghozan_gmail <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> 
> ----- Original Message ----- 
> From: "Ratih Gandasetiawan" <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[email protected]>
> Sent: Wednesday, May 02, 2007 10:17 PM
> Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Hardiknas:
> Dicari, Model Pendidikan yang
> Mendewasakan.
> 
> 
> >
> > Sedang metoda yang kami gunakan, adalah metoda
> SENSORI
> > MOTOR untuk mengatasi perilaku anak, mengembangan
> > bahasa dan cara berbicara pada anak, juga
> > mengembangkan akademisnya.
> 
> => Maksudnya SENSOR MOTOR itu apakah sensomotor
> integrasi jean ayres?
> Yang pernah saya baca model motoric patterning juga,
> kayak Doman Delacato,
> Brain Gym,
> sensomotor integrasi jean ayres, muscle touch ini
> sudah tdk efektif.
> yang mana kalau badan digerak- gerak, puser
> dileus-elus katanya merangsang
> saklar otak.
> Brain gym lebih promosi katanya menyeimbangkan otak
> kiri dan kanan, depan
> belakang. Kalau otak
> beres, semuanya beres.
> 
> Coba klik url ini :
> 
>
http://www.geocities.com/segaintil/ControversialPractices.pdf
> 
> salam,
> bapakeghozan
> 
> 


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

Kirim email ke