Iya pak Kukuh, Ini memang kebetulan sekali kami menggunakan nama yang berbau asing......tapi isi dari materi yang kami ajarkan betul-betul original Indonesia....kami sama sekali tidak bilingual.
Kami tetap nasionalis koq.Hanya saja bagi kami what is a name?? Saya sangat menjujung tinggi bapak Ki hajar Dewantara.....justru itu kenangan lama yang lama ditinggalkan oleh pendidik-pendidik dingeri kita ini. sedang kami galang kembali agar anak-anak kembali mengenal permainan-permainan jaman dahulu, yang kompetitiv tapi juga butuh kejujuran dan penuh perhitungan strategi. Seperti congklak, bermain di halaman luar, membentuk sesuatu dengan tanah liat, bercocok taman. Jadi selalu ada unsur sceincenya dan anak tidak merasa sedang "belajar". Bila ingin mendapat informasi yang lebih lanjut bisa hubungi kami; Daycare Senso Schule Jln Cilandak I/45, Jakarta Selatan Belakang Citos tlp : 750 39 05/ 759 00 109 Salam dari Ratih --- kukuh kumara <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Salut atas upaya yg telah dilakukan lewat Yayasan > Cetra Klub Anak, bersamaan dengan itu berkaitan dgn > subjek yg dibahas "Dicari, Model Pendidikan yang > Mendewasakan." mengapa tidak memahami apa yg telah > diperjuangkan dan diteladani oleh Ki Hajar Dewantara > dengan Taman Siswanya? Saya kira disana ada soal > Cipta, Rasa, dan Karsa...bandingkan dgn "Senso > Schule"??? > > Kemudian ada juga soal Jer Basuki Mawa > Bea.....bandingkan dengan tuntutan pendidikan > gratis???? Dari dulu Ki Hajar sudah menyadari bahwa > pendidikan yg baik itu tidak murah alias ada > ongkosnya...dan banyak lagi pemikiran2 Ki Hajar yg > layak dijadikan acuan...kenapa harus menunggu ada > orang asing yg memberitahu... > > Mudah2an penafsiran saya tidak > keliru......ditengah hiruk pikuknya Pendidikan yg > cenderung diberi label Tarap International atau > kelas Internasional atau Kelas Eksekutif, lalu apa > bedanya Pendidikan dengan Bus Malam atau kereta > api???? > > Salam > Kukuh >
