Horas Pak Dharma.

Memang menumbuhkan "hobby" membaca buat anak-anak sekarang, bisa dibilang 
"gampang-gampang susah".
Kalau dibilang susah, kok novel pop seperti serial "Harry Porter" atau "Eiffel 
I'm In Love", meledak dan laku keras di sini?

Kesimpulan saya, pengaruh media dan promosi marketing yang tepat (dari penerbit 
buku) juga ikut andil dalam menumbuhkan minat baca di masyarakat.

Suatu saat (mungkin di tahun 2030, sesuai Visi Indonesia Baru?), masyarakat 
Indonesia sudah menganggap membaca buku sama pentingnya dengan mengunyah roti 
bakar sambil menyeruput kopi susu tubruk di pagi hari (empat sehat lima 
sempurna).

Salam.


----- Original Message ----
From: Dharma Hutauruk <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Wednesday, May 2, 2007 6:56:55 PM
Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] bagaimana minat baca di Indonesia?utk bpk 
John Simon

Saya sependapat dengan Ibu Ratih, bahwa minat untuk membaca sangat banyak 
dipengaruhi oleh orang dewasa.
sewaktu anak-anak di Tarutung, dimana koran kompas atau SIB baru tiba di sore 
hari, maka kami kakak beradik dan beberapa teman sekampung akan berharap harap 
cemas bila Loper koran terlambat datang (kalau sudah magrib dan dia tidak juga 
muncul maka elahan napas kecewa bermunculan) .
Di lain pihak cukup banyak teman sebaya yang tidak perduli dengan penantian 
kami.
Ayah saya seorang guru dan koleksinya lumayan banyak (termasuk komik dan 
novel), namun yang mau datang meminjam juga bilangan jari (tidak pakai sewa 
lho).
Lalu setelah saya punya Anak 3 orang, saya memperhatikan bahwa fasilitas buku 
yang tersedia (termasuk kunjungan rutin ke toko buku) memperlihatkan efek yang 
berbeda di antara ke tiganya.
Nah yang tidak memperlihatkan minat (di toko buku malah menuju sport corner) 
mau diapakan?
Saya berharap para ahli turun tangan untuk mendiskusikan cara-cara menarik 
minat orang dewasa agar mendorong anak untuk membaca.
Masalahnya masih banyak orang dewasa yang beranggapan bahwa membaca buang 
waktu. Sama halnya dengan anggapan bahwa lulus sekolah tidak menjamin pekerjaan
Betulkah demikian???
dh

Kirim email ke