Kalau saya bertinju dengan Mike Tyson apakah saya "menemui lawan 
yang tangguh" atau "menemukan lawan yang tangguh"? Kalau jawabannya 
menemukan, kok kalau temu diganti dengan jumpa (sinonim kan?), 
kalimatnya jadi malah berbunyi "menjumpai lawan yang tangguh"?

Kalau saya ngotot terus berdiri biarpun dipukuli Mike Tyson, apakah 
saya akan "menemui ajal"? Kok bukan "menemukan ajal"? Ajal tuh orang 
atau bukan?

Atau dibikin enaknya saja, pakai logika bahasa Inggris:

Menemukan = find
Menemui = meet

Makanya Gringo Honasan yang kabur itu ditemukan bukan ditemui.

Selamat bingung di akhir pekan :)

Andi

--- In [email protected], "Tobing Rinsan" 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Salam,
> 
> Saya membahas penggunaan imbuhan me-kan dan me-i dalam penjelasan 
Pak Alfons
> dengan keterbatasan pemahaman saya akan Tatabahasa Indonesia. Saya 
merasa
> kurang setuju dengan penjelasan yang mengatakan bahwa menemukankan 
harus
> diikuti benda dan bukan orang, lalu menemui harus dikuti oleh 
orang dana
> bukan benda. Saya menagtakan bahwa orang juga adalah benda.
> 
> Dalam struktur bahasa Indonesia ada yang disebut dengan objek 
pelaku dan
> objek penderita. Saya melihat bahwa objek setelah kata  menemukan 
dan
> menemui apakah itu orang atau benda tidak menjadi masalah; apakah 
objek
> tersebut objek penderita atau objek pelaku. Apalagi ada penjelasan 
yang
> mengatakan bahwa penggunaan menemukan dan menemui dilihat dari 
tingkat
> kesulitan atau  untuk dapat melihat atau bertemu dengan objeknya 
ketika
> objek tersebut adalah orang atau apakah orang tersebut yang 
menjadi objek
> telah diketahui sebelumnya keberadaannya. Penjelasan yang menurut 
saya tidak
> pas.
> 
> Sebagai perbandingan, dalam bahasa Inggris yang sedikit saya 
pahami, dalam
> pelajaran *Causative Have and Get* ada juga membahas mengenai 
objek pelaku
> dan objek penderita ini atau bisa dikatakan objek yang melakukan 
atau
> diperlakukan. Hanya sesederhana itu saja. Kembali ke kata 
menemukan dan
> menemui, saya kira setelah kata-kata kerja tersebut, kita bisa 
menempatkan
> orang sebagai objeknya dan pada kata menemui orang tersebut adalah 
objek
> pelaku dan pada kata menemukan, orang tersebut adalah objek 
penderita.
> 
> Terimakasih.
> 
> CMIIW.
> Rinsan Tobing
> 
> 
> 
> 
> On 5/4/07, Agus Hamonangan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> >   Oleh Alfons Taryadi
> > Pengamat Bahasa Indonesia
> > http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0705/04/utama/3500482.htm
> > ===========================
> >
> > Tulisan ini dipicu oleh catatan saya tentang seorang asing yang
> > berusaha memakai bahasa Indonesia dengan betul dan baik.
> >
> > Pada tahun 1977, saya mengikuti ceramah tentang struktur sosial 
di
> > Luwu Selatan yang berlangsung di LEKNAS-LIPI, Jakarta. Pembicara
> > seorang antropolog bernama Shelly Errington. Sehabis ceramah ia 
minta
> > maaf atas bahasa Indonesianya yang jelek. Taufik Abdullah yang 
waktu
> > itu direktur LEKNAS mengatakan bahwa penceramah berbahasa 
Indonesia
> > dengan baik, bahkan lebih baik daripada kebanyakan ahli ilmu 
sosial
> > dari kalangan bangsa Indonesia sendiri.
> >
> > Pada ceramahnya Errington beberapa kali terpeleset memakai 
akhiran
> > -kan atau akhiran -i. Yang menarik, saban salah, ia melakukan 
koreksi.
> > Itulah yang mengesankan.
> >
> > Dengan ingatan akan peristiwa itu, saya mengajak Anda 
memerhatikan dua
> > kalimat dari berita sebuah koran tahun lalu. (1) Dari kamar hotel
> > tersebut polisi menemukan sejumlah obat pereda rasa sakit milik
> > almarhum. (2) Ketua Umum Partai Amanat Nasional, Sutrisno Bachir,
> > menemui mantan Presiden Indonesia BJ Habibie di kediamannya.
> >
> > Dapatkah kata menemukan dalam kalimat (1) dan menemui dalam 
kalimat
> > (2) saling dipertukarkan tanpa mengubah makna kalimat masing-
masing?
> > Jelas tidak. Seperti dikatakan oleh JS Badudu dalam Inilah Bahasa
> > Indonesia yang Benar (1995, hlm 120), bentuk menemui diikuti oleh
> > orang (dengan siapa kita bertemu), sedangkan bentuk menemukan 
diikuti
> > oleh benda, bukan orang.
> >
> > Bagaimana dengan kalimat yang saya petik dari sebuah koran juga?
> > "Polisi Filipina akhirnya menemukan dan menahan mantan senator
> > Gregorio 'Gringo' Honasan." Honasan itu orang. Mengapa menemukan,
> > bukan menemui Honasan? Merujuk kepada Badudu, kita menjawab bahwa
> > meski penjahat itu orang, ia hanya dianggap benda.
> >
> > Saya melihat masih ada kemungkinan bahwa penjahat pun bisa 
menjadi
> > obyek kata menemui. "Rohaniman A menemui perampok B di Lembaga
> > Pemasyarakatan C." Maknanya: rohaniman A sudah tahu akan ke mana 
untuk
> > bertemu dengan perampok B, dan ia ke sana bukan untuk 
menangkapnya.
> >
> > Saya juga terpikir bahwa bentuk menemukan masih juga bisa 
diikuti oleh
> > orang, meski bukan penjahat. "Akhirnya mereka menemukan Sipin, 
yang
> > hilang kemarin, sedang nangkring di cabang kamboja di Pemakaman
> > Sepruk." Alasan penggunaan bentuk menemukan: ia menunjukkan hasil
> > pencarian yang makan waktu dan tak mudah. Di situ menemukan tak 
dapat
> > digantikan dengan menemui sebab orang-orang yang mencari Sipin 
tak
> > tahu sebelumnya bahwa ia ada di Pemakaman Sepruk. Kata menemui
> > mengindikasikan bahwa orang yang ditemui sudah diketahui berada 
di
> > mana, seperti misalnya seorang gadis yang minta sang pacar 
menemuinya
> > di Kafe O.
> >
> > Seperti halnya orang yang hilang, orang mati juga termasuk harus
> > dikecualikan dari pedoman bahwa bentuk menemui diikuti oleh 
orang,
> > bukan benda.
> >
> > Setelah pembahasan sejauh ini, tentunya kita akan terkejut bahwa 
Kamus
> > Besar Bahasa Indonesia Edisi III halaman 1170 menyodori kita 
contoh
> > kalimat berbunyi: polisi menemui mayat itu di semak dekat kebun.
> >
> > Kita tunggu saja apakah contoh itu masih akan muncul dalam KBBI 
Edisi IV.
> >
> > 
> >
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke