Sejauh pengalaman saya, harga buku2 bermutu di LN telah dapat diperoleh dengan uang 2-3x makan siang sederhana di kantin mahasiswa atau di stasion.
Jadi petanyaannya, bisa nggak kita dapat harga buku bermutu dengan uang < Rp. 20.000. Jika tidak, jangan salahkan "minat baca" yang kurang. Karena memang hal itu tidak terjangkau. Mungkin malah lebih terjangkau ngrumpi dengan kopi dan rokok. salam, SV - - - - Posted by: "john simon" [EMAIL PROTECTED] paloalto_fiesta Thu May 3, 2007 8:46 pm (PST) Bu Ratih, [dipotong] Darimana ilmu mereka bisa berkembang pesat? Ya dari banyak membaca, membaca dan membaca. Kalau di LN, bukan pemandangan yg aneh kalau orang asyik membaca sendirian di cafe, di terminal dll. Kalau di sini orang lebih asyik ngerumpi, ngegosip dll. Mungkin karena culture ya. [dipotong]
