Yap...betul sekali dalam hal ini khusus dinegri ini
memang masalah minat baca harus kita kembalikan pada
yang memimpin negri ini.

Kalo buku mudah dan murah didapat maka semua akan
berbondong-bondong membeli buku.
Nah ini cari sesuap nasi aja masih susah.....gimana mo
disuruh untuk mempunyai minat baca....ya saya
setuju.....Pemerintah kita mulai saat ini bila tidak
ingin rakyatnya bodoh maka harus kerja keras.

Salam dari Ratih




--- halim hd <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> masalah buku tidak bisa hanya dipecahkan oleh
> kapasitas individual. yang perlu kita pertanyakan,
> kita gugat adalah posisi dan fungsi negara,
> tanggungjawab pengelola negara: bagaimana dengan
> perluasan dan pembangunan perpustakaan umum
> diberbagai
> daerah.
> slogan pengembangan minat baca adalah sejenis omong
> kosong jika tidak ada fasilitas yang memadai. 
> seperti yang saya tulis pada forum ini juga, bahwa
> banyak pemda/pemkot yang biaya rumah tangga dinasnya
> melebihi biaya pengembangan dan pengadaan buku di
> daerah masing-masing. misalnya kasus di sulsel,
> sulteng, sultra, makassar, palu, kendari, bahkan
> juag
> di solol, tegal, pekalongan, dan masih banyak kota
> dan
> daerah lainnya.
> halim hd. 

Kirim email ke