yang paling membuat repot soal "pasar tradisional"
versi sekarang: mesti ada dana sekitar 100 juta setiap
kiosk. itu artinya menggusur ekonomi kelas bawah!
jadi, soal "asesoris tradisional" itu bukan dilihat
dari apa yang ada didepan mata, namun kapasitas
ekonomi yang mengelola setiap kiosk itu.
hhd.

--- bambang adhiono <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Pasar tradisionil yang modern seperti di BSD
> City......jadi membingungkan juga ya...??.
> Tradisionil kok modern.......atau lebih tepat kalau
> pasar tradisionil yang bersih...tetapi bukan pasar
> becek yang modern.
>   Ada baiknya kita melihat perkembangan di
> lingkungan pasar tradisionil, beberapa tahun yang
> lalu ketika pasar mulai berjalan lingkungannya masih
> masyarakat sedang mulai menata kehidupan....kondisi
> pasar yang becek masih dapat diterima.....tetapi
> ketika masyarakatnya mulai mapan.....pasarnya masih
> becek.....tentu anak bangsa yang mapan ini mulai
> risih masuk pasar becek.
>   Selain pasar modern di BSD City yang baru dibangun
> itu memang lebih tertata....ada baiknya melihat
> Pasar Beringhardjo di Malioboro Jogjakarta....yang
> lingkungannya berobah, lebih tertata dan bersih,
> sesuai perkembangan kawasan Malioboro....tetap pasar
> tradisionil, akan tetapi tidak becek lagi dan
> masyarakat tetap menikmati keberadaannya.
>   Menurut saya, ketersingkiran pasar tradisionil
> bukan karena hanya masuknya peritel dunia...akan
> tetapi juga tingkat pendidikan penghuni pasar
> tradisionil belum bergerak naik.
>   Pasar Kranji di Bekasi membuktikan hal itu, pada
> awalnya pasar tersebut adalah pasar tradisionil yang
> becek.....diperbaiki dan ditata oleh pemerintah
> dengan program Inpres Pasar sekitar 20 tahun yang
> lalu....dan lima belas tahun yang lalu pasar sudah
> becek kembali dan memang lingkungannya belum
> berubah.
>   Apakah semua pasar tradisionil tersingkir?.
> Rasanya Pasar (......) di Kembang Jepun Surabaya
> masih rame, sejak dulu sampai sekarang dan tetap
> becek. Ada yang menarik disana, banyak juga orang
> yang secara tradisionil juga tetap nyaman dengan
> kondisi tersebut.  
>   Sallam,
> 

Kirim email ke