Selama manusia yang duduk di kursi kementrian masik kepengen memperkaya diri
sendiri gimana ada yang sempet perduli ama orang lain. Orang lapar pasti dia
mencari makanan untuk dirinya sendiri. Enggak ada orang lapar mementingkan cari
makanan untuk orang lain dulu. Nah... susahnya kalo udah kekenyangan terus
ketiduran, lupa juga nyariin makanan untuk orang lain yang lapar. Akhirul kata
wasalam......... cari aja sana ndiri EGP.......
AniDj
Agus Hamonangan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
http://www.kompas.co.id/ver1/Nasional/0705/07/135806.htm
==========================
JAKARTA, KCM - Reshuffle kabinet memang sedang menjadi perbincangan
hangat saat ini. Perombakan susunan kabinet yang rencanannya akan
dikeluarkan hasilnya sekitar pukul 15.00 WIB sore ini, ternyata juga
telah diketahui masyarakat bahkan hingga kalangan menengah ke bawah.
Antara peduli dan tidak peduli dengan reshuffle kabinet tersebut,
rakyat masih menggantungkan harapan kepada pemerintah. Seperti
dikemukakan Iskandar, salah satu sales marketing perusahaan swasta di
Indonesia, "Saya sih peduli dengan pergantian menteri ini, tapi itu
semua juga tergantung dengan penggantinya nanti. Kalau lebih baik,
bagus. Kalau tidak ya sama saja."
Hal serupa juga dituturkan Fauzi, yang sehari-hari berprofesi sebagai
tukang ojek, "Buat saya perubahan menteri tidak masalah asalkan
nantinya para menteri yang baru, mau lebih mendengarkan aspirasi
rakyat kecil." Fauzi juga mengatakan dirinya belum begitu banyak tahu
siapa saja menteri yang akan diganti.
Rusli, salah seorang petugas keamanan yang mengetahui tentang
perubahan kabinet ini dari berita-berita di koran, menuturkan,
"Menteri-menteri yang diganti ini sebaiknya nanti tidak di bawah
pengaruh partai politik. Karena selama ini yang saya lihat mereka
bahkan pemerintah masih dibayangi oleh partai politiknya, jadi mereka
bekerja tidak untuk kepentingan rakyat melainkan kepentingan partainya."
Keadaan Indonesia yang dinilai sebagian masyarakat semakin bertambah
parah otomatis memunculkan sebuah harapan di masyarakat. khususnya
dengan perombakan kabinet yang dilakukan pemerintah saat ini. Mereka
berharap perombakan ini nantinya akan membawa kondisi Indonesia
khususnya perekonomian semakin membaik. Harga-harga kebutuhan pokok
semakin terjangkau.
"Saat ini cari uang sangat sulit, dagangan juga makin sepi. tidak
seperti dulu, sekarang apa-apa serba naik. Mudah-mudahan keadaan makin
baik, pemerintah mau memperhatikan rakyatnya yang di 'bawah'." keluh
Lia, salah satu pedagang di kawasan Palmerah, Jakarta.
Berbeda dengan Rusli dan Iskandar maupun Lia yang peduli dengan
perubahan kebinet. Lilis seorang pedagang kelontong dan Farida yang
sehari-harinya sebagai berprofesi sebagai ibu rumah tangga malah
cenderung tidak peduli dengan reshuffle kabinet ini.
"Saya belum tahu tentang perubahan kabinet. Menurut saya negara ini
malah tambah parah tiap harinya." ujar Lilis sambil terus sibuk
berjualan. Ditemui di tempat yang berbeda Farida pun menuturkan hal
yang sama, "Belum dengar tuh mengenai perubahan kabinet. Indonesia
saat ini sama saja tidak ada perubahan yang berarti dari dulu hingga
sekarang."
Harapan terbesar yang ada di masyarakat saat ini adalah pemerintah mau
lebih memerhatikan keadaan masyarakat. Khususnya kalangan menengah ke
bawah karena ternyata selama ini kondisi negara khususnya dari segi
perekonomian, hukum, maupun pendidikan sangat mengalami penurunan.
Hal ini sangat dirasakan masyarakat khususnya mereka yang bersentuhan
langsung dengan masalah tersebut. Dari apa yang mereka tuturkan
tersirat sebuah harapan ke depan. Mungkin reshuffle ini bisa jadi
salah satu langkah pemerintah menuju ke segala perbaikan tersebut.
Rakyat yang memilih mereka, maka diharapkan mereka pun tidak melupakan
rakyat.
Penulis: M2
Copyright 2006 Kompas Group
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
[Non-text portions of this message have been removed]