puan yuli, saya membayangkan di indonesia ada inter library loan, semacam itu, yang bisa dimanfaatkan oleh mahasiswa atau siapa saja melalui jaringan perpustakaan. misalnya mahasiswa atau siapa saja yang berada di makassar bisa meminjam dari perpsutakaan di jakarta atau bandung, dan sebaliknya. interaksi jaringan antar perpustakaan ini sangat bermanfaat, dan memecahhkan keterbataan dana dan waktu karena bentangan nusantara yang dahsyaat, yang mesti dipecahkan oleh pengelola negara melalui jaringan perpustakaan berdasarkan media elektronika-internet. sekiranya hal itu diwujudkan, rasanya nusantara ini akan ikut terus bergerak mengikuti jaman sesuai dengan kehendak hati kita. dan dengan jaringan antar perpustakaan itu juga sebagai wujud dari keadilan sosial di bidang informasi dan pengetahuan bagi seluruh warga di nusantara. salam: halim hd.
--- Yuliati Soebeno <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Benar sekali pendapat anda, pak Halim. Soalnya kalau > diluar negri seperti di Inggris; Eropa dan Amerika, > walaupun "ning ndeso" (desa diluar negri itu amat > teratur dan asri, bersih) tetapi pemerintah > daerahnya atau yang disebut "city council", selalu > menyediakan perpustakaan yang lengkap bagi semua > penduduk didaerah tersebut. Dari buku-buku fiksi; > ilmu pengetahuan, ataupun non-fiction, semua > disediakan dan jika pelanggan mencari buku yang > mereka tidak mempunyai-nya, "the Librarian" (Petugas > perpustakaan) akan mencatat didalam computer dan > bersedia mencarikan buku tersebut diperpustakaan > lain dilain kota (atau desa). Jika sudah mendapatkan > buku yang kita perlukan, petugas tersebut akan > menilpun kita dan mengatakan bahwa buku yang dicari > bisa diambil di perpustakaan. Sungguh menyenangkan > mendapatkan servis yang bagus. > > Dan buku-buku untuk anak-anak tersedia di-area > yang disediakan sendiri dalam perpustakaan tersebut. > Perpustakaan tersebut berfungsi dengan benar dan > dikelola dengan sungguh-sungguh. Tidak ada buku-buku > yang lusuh ataupun tempat yang kumuh didalam > perpustakaan tersebut. Jadi para anggota > perpustakaan tersebut senang untuk selalu datang ke > perpustakaan dan meminjam buku-buku. > Juga selalu disediakan area untuk membaca yang > nyaman dan tenang. > > Alangkah menyenangkan nya jika Dinas Pendidikan > Indonesia akan menugaskan daerah-daerah di Indonesia > untuk menyiapkan perpustakaan dari tingkat Kecamatan > sampai ke Kabupaten. Pemerintah daerah harus > menyediakan gedung-gedung nya untuk perpustakaan dan > meyediakan buku-buku nya yang lengkap, dan juga > membiayai gaji petugas perpustakaan tersebut. > Jika hal ini terjadi, maka saya tidak akan pernah > "ngedumel" (grumbling) bahwa gaji saya sudah > dipotong pajak setiap bulan-nya! > Sebenarnya apa sich yang dibuat oleh pemerintah > Indonesia untuk para warga pembayar pajak-nya?? > Perpustakaan tidak ada; mengambil kartu penduduk; > SIM; STNK; dsb, masih dipalak. Pernahkah kita > sebagai warga negara yang menjalankan aturan-aturan > dengan benar mendapatkan imbalan-nya? Atau > perlindungan dari pemerintah untuk dengan mudah > mengurus hal-hal administrasi nya? > > Diluar negri pembayar pajak sangat diperhatikan, > dari pendidikan; lingkungan; keselamatan di jalan > raya; juga kesehatan (kecuali di Amerika harus punya > asuransi sediri. Di Inggris dan Perancis kesehatan > penduduk ditanggung pemerintah). > Kita dengan mudah hanya lewat kantor pos mengirim > SIM yang lama dan akan mendapatkan yang baru, yang > juga akan tiba dialamat kita dengan beres dari > kantor pos setempat. > Mengurus perpanjangan Visa juga tidak dipersulit. > > Hal-hal diatas adalah "challenges' bagi > pemerintahan yang baru dibentuk oleh SBY dan JK. Apa > kita juga harus menunggu sampai 2030?! > > Salam, > Yuli > > halim hd <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > sebaiknya kita tidak mernyalahkan > penerbit. yang perlu > kita gugat posisi-fungsi pengelola negara: sejauh > mana > menyediakan sarana perpustakaan dari tingkat > kecamatan > sampai kabupaten di setiap daerah. > hhd. > ____________________________________________________________________________________ We won't tell. Get more on shows you hate to love (and love to hate): Yahoo! TV's Guilty Pleasures list. http://tv.yahoo.com/collections/265
