Dear Satrio Arismunandr and All,

Munir telah menjadi suara bagi banyak orang yang tidak
punya suara maupun (apalagi) kekuasaan. Ia putra
Indonesia terdepan dalam bicara untuk kebaikan semua
warga-negara. Aneh untuk mempertentangkan kewajiban
Bang Munir yang bicara tentang kebenaran dan kebaikan
Bangsa Indonesia dan anti-nasionalisme. Logika aneh
yang sering dibangun untuk sekedar memojokkan Munir
(bdk.keterangan Pollycarpus).

Banyak warga di daerah konflik, dari Aceh, Poso,
Maluku, hingga Timor-Timur, mencatat Munir secara
istimewa dalam hati. Nama tokoh legendaris itu takkan
hilang di sudut hati mereka. Hingga mereka bertemu
kembali di alam lain, kalau percaya, dan Munir telah
menjalankan kenabian dan ideologi kenabian
religiositas yang diamanahkan pimpinan doktrin-religi
berbeda. Bangsa kehilangan Putera terbaik seperti bang
Munir.

Sayang, tidak sedikit pelaku tindak kekerasan terhadap
fasilitas dan bahkan nyawa bang Munir, adalah berasal
dari "ana punya daerah". Bang Munir, Ente maafin Ana
ya? Soalnya, ada pesan bijak Arab mengatakan ini: "Ma
la yudraku kullu, la yutraku kullu!". Istirahatlah
Bang, kami bersama mbak Sutji.

wassalam,
berthy b rahawarin

--- Satrio Arismunandar <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:

> �MUNIR �  Legenda Seorang Aktivis� di Fenomena,
> Trans-7
> Jumat (11 Mei 2007), pukul 23.30-24.00 WIB  
> 
> Siapa yang tak kenal nama Munir, aktivis pembela HAM
> ini? Munir Said Thalib (1965 � 2004), aktivis
> lulusan Fakultas Hukum Universitas Brawijaya,
> Malang, Jawa Timur, ini sudah menjadi legenda di
> kalangan para aktivis prodemokrasi Indonesia.
> Kematiannya yang tragis pada usia yang relatif muda,
> 38 tahun, telah menghentikan perjuangan dan
> pengabdiannya sebagai aktivis HAM. 
> 
> Kematian Munir, yang semasa hidupnya pernah aktif di
> LBH Malang dan menjadi Koordinator KontraS, tentunya
> juga dirasakan sebagai kehilangan besar bagi para
> korban dan keluarga korban pelanggaran HAM. Munir
> diduga tewas karena diracun dalam pesawat Garuda,
> pada penerbangan Jakarta-Amsterdam, 7 September
> 2004. Meskipun ada sejumlah nama tersangka, namun
> siapa persisnya otak di belakang kematian Munir,
> tetap misterius sampai saat ini. Publik hanya bisa
> menduga-duga.  
> 
> Fenomena kali ini tidak mengangkat penanganan kasus
> hukum kematian Munir, yang masih terus berlangsung.
> Namun, Fenomena lebih mengangkat figur Munir dari
> aspek kemanusiaan. Misalnya, bagaimana pribadi Munir
> semasa muda di mata teman kuliah, ibu, dan anggota
> keluarga lainnya. Bagaimana perkenalan Munir dengan
> Suciwati, wanita yang kemudian menjadi istrinya, dan
> setia menemaninya dalam kiprah sebagai aktivis.
> 
> Kemudian, sejak kapan Munir menunjukkan �kepribadian
> aktivisnya,� yang peka dengan lingkungan, sederhana,
> mau terjun langsung mengurusi rakyat kecil, berani
> melawan penindasan, dan sebagainya. Di sini terlihat
> transformasi, dari Munir masa kecil, Munir muda, dan
> Munir dewasa, yang kita kenal pada saat-saat
> menjelang meninggalnya. Kemudian, bagaimana sikap
> keluarga, menghadapi ancaman, intimidasi, dan teror,
> dari pihak-pihak yang tidak suka atau merasa
> dirugikan oleh aktivitas HAM Munir. 
> 
> Fenomena episode Munir ini digarap, dengan mendapat
> dukungan penuh dan bantuan dari keluarga besar
> almarhum Munir, teman-teman aktivis, dan keluarga
> korban pelanggaran HAM yang dekat dengannya. Mereka
> antara lain: KontraS, Imparsial, YLBHI, dan
> lain-lain. Semoga episode Fenomena yang sederhana
> ini bisa menjadi sumbangan kecil bagi demokratisasi
> dan penegakan HAM di Indonesia.
> 
> Jakarta, 10 Mei 2007
> 
>  
> 
> 
> Satrio Arismunandar 
> Producer - News Division, Trans TV, Floor 3
> Jl. Kapten P. Tendean Kav. 12 - 14 A, Jakarta 12790 
> Phone: 7917-7000, 7918-4544 ext. 4026,  Fax:
> 79184558, 79184627
> http://satrioarismunandar6.blogspot.com  
>  
> "If you know how to die, you know how to live..."
> 
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam
> protection around 
> http://mail.yahoo.com 
> 
> [Non-text portions of this message have been
> removed]

Kirim email ke