http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0705/11/daerah/3526622.htm
===========================

DPRD Kalbar Minta Mendagri Selektif Memberi Izin

Pontianak, Kompas - Kalangan DPRD Kalimantan Barat mengkritik rencana
kunjungan kerja gubernur dan 10 pejabat pemerintah provinsi itu ke
Australia pada 22 Mei-3 Juni. DPRD mempertanyakan manfaat kunjungan
itu dan berharap rencana itu dikaji ulang atau dananya dialihkan untuk
kegiatan kemasyarakatan saja.

Di Australia para pejabat Kalimantan Barat (Kalbar) itu akan
menghadiri pameran "Australia Eco Training and Trade". Biaya yang
dibutuhkan untuk seluruh rombongan adalah 3.100 dollar AS atau sekitar
Rp 307 juta.

Ketua DPRD Kalbar Zulfadhli, Kamis (10/5), menyatakan, rencana itu
perlu dikaji ulang karena masih banyak kegiatan di daerah yang harus
ditangani. Selain itu, program kunjungan ke luar negeri kerap tidak
memberi hasil yang sesuai dengan harapan masyarakat.

"Pengalaman yang lalu ketika ke Jepang dan China tidak ada manfaat
yang dirasakan masyarakat Kalbar. Apalagi (kunjungan) hanya melihat
suatu pameran. Kalau hanya jalan-jalan, itu menghambur-hamburkan uang
rakyat," kata Ketua Fraksi Partai Bintang Reformasi (PBR)-Partai
Keadilan Sejahtera Ali Said menambahkan.

Lebih baik untuk rakyat

Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional Toni Kurniadi mengusulkan agar
dana untuk ke Australia itu dialihkan pada kegiatan kemasyarakatan.
Contoh kegiatan itu adalah pemberian tunjangan kesejahteraan pegawai
atau peningkatan mutu pendidikan dan kesehatan.

Dalam kesempatan terpisah, Sekretaris Daerah Pemprov Kalbar Syakirman
menyatakan, Gubernur telah melayangkan surat permohonan izin kepada
Presiden dan Menteri Dalam Negeri pada pertengahan April silam.
Pejabat yang dicantumkan dalam permohonan itu, antara lain, adalah
Gubernur, Kepala Dinas Perkebunan, Kepala Dinas Pertanian, Kepala
Dinas Kelautan dan Perikanan, Kepala Dinas Kehewanan dan Peternakan.

"Kami ingin bekerja sama dalam bidang ekonomi yang berkaitan dengan
pertanian. Daerah (di Australia) yang akan dikunjungi memiliki
teknologi pertanian, sumber daya, dan pengolahan pertanian yang
berkualitas," kata Syakirman. Dijelaskan Syakirman, dana perjalanan
diambil dari biaya perjalanan dinas luar daerah.

Dalam kunjungan itu, Gubernur Kalbar juga berencana menyertakan Kepala
Dinas Kesehatan dan Kepala Rumah Sakit Umum Daerah Soedarso.

Menurut Syakirman, hal itu didasarkan pada usulan Australia karena DKI
Jakarta dan Gorontalo berencana mengunjungi Australia terkait dengan
bidang kesehatan.

Terhadap rencana itu, Ali mengakui bahwa DPRD Kalbar tidak berwenang
untuk membatalkan. Realisasi rencana kunjungan bergantung pada
keputusan Menteri Dalam Negeri.

Oleh karena itu, Ali berharap, Menteri Dalam Negeri seharusnya sangat
selektif dalam memberi izin dan memerhatikan aspirasi yang berkembang
di daerah. (WHY) 

Kirim email ke