hi...bro sorry komentar dikit ya
Tak usah pesimis tetapi harus pesimis juga, bagaimana tidak aku sendiri 
prihatin bro.
Hukum memang untuk melindungi dan membela yang adil ...u tanya g tanya  kapan 
tindaknya...
ha ha ha kita terlalu tersanjung oleh pesona janji dan janji pada akhirnya 
terjadi komentar yg u kata itu juga merupakan pikiran g
Menakutkan sh tidak (hukum) tetapi moral orgnya saja, kapan giliran kita, 
HAYOO??? apa org lain juga tidak komenntar seperti u dan pikiran ku,sama saja 
bro, g tidak pro kepada siapa, bagaimana dg si miskin??? keluhan yang tepat. 
tetapi bagaimana dg si kaya yang jujur tetapi nasibnya sama dg simiskin yang 
ditekan! banyak juga bro....
Mungkin g salah juga kalo g berkata hukum memang untuk mendatangkan keuntungan, 
kebayang ng kalo semua warga taat pada hukum negara bagaimana?? menurutmu aja, 
ok jangan terlalu skeptis  juga jangan pesimis tetapi juga harus pesimis karena 
ini idealnya kita, kenyataannya....bingung ya 
Bicara hukum itu harus dan harus ,sadar hukum adalah yang terpenting. Tapi 
mencari...persoalannya bukan hal yang gampang, harus punya kemampuan bicara, 
prosedur yang yang jelas, bukti yang konkrit, saksi yang jelas ( saksi ahli) 
dan bla bla...polisi...??? u tahu lah apakah semuanya, g ng yakin ..terlalu 
banyak kecewanya.
U benar para pakar terlalu banyak bicara,itu dan ini, ya saya setuju dan sah 
sah saja, kalau tidak percuma donk mereka study mahal-mahal bahkan kejar ke 
luarnegeri,demi siapa,kembali kepada mereka ok...kapan giliran kita...??? 
kesempatan...??? yang jelas bagi kita yang katanya biasa saja jangan lah main 
hakim sendiri dijalanan ok...sadar hukum harus mulai dari kalangan biasa buat 
teladanlah kepada yang atas yang tiap hari bla bla bla...so pasti mereka malu 
bro ,kebayang ng mereka sekolah tinggi2 eh kalah moral ama yang biasa, yang 
katanya (terpelajar)mereka tahu apa hanya bisa minta kerjaan dan minta makan 
doang ,...tersenyumlah masih ada harapan bro....
Gaji mereka pasti gedelah itu kan mereka yang kejar...menurutmu bagaimana 
,menurutku memang begitu...pertanyaan kapan giliran kita...apakah akan ada 
perubahan ,harap bisa, kemungkin lebih...ha ha ha cuma wantinya g
Ha g senang dengan komentarmu "BERTOBATLAH" harap semua yang baca juga sadar 
bertobatlah mulai dari diri kita ,mereka akan liat dan liat,jika tetap tidak 
ada perubahan juga .Apakan percuma??? so pasti ada hari itu harapan ku juga 
sama .Hukumlah yang jelas  kepada para penjahat ,jatuhilah setepatnya ,Karena 
memang filosofinya "hukum" adalah melenyapkan yang jahat melindungi yang benar 
= adil dan makmur 
Sepertinya kita tidak ada hakim yang benar,bukan?! sebenarnya g hampir putus 
asa sepertimu, pesimis ,skeptis, tidak ada kepastian, harapanku hanya satu 
entah u mau join seperti pikiranku atau tidak ,"keyakinanku terhadap para hakim 
yang sekarang sangat sangat sanksi,tetapi harap hakim maupun jaksa yang ada 
sekarang tunjukan tajimu kalau ng ada gadingnya gajah, kalau yang tertindas,dan 
yang biasa, simiskin dan sikaya yg tertindas mulai unjuk-unjukan gigi 
masing-masing bahaya sudah tiba...negara??? Entahlah"
Hi...bro yang prihatin ,g tahu kita uda hampir cape dan lelah tetapi janganlah 
hancurkan jerihpayah kita yang hampir mendekati yang sempurna atau mendekati 
hasil final yang melelah, bukalah mata kita dg jelas, jadilah petinju yang 
jenius bukan cuma asal2an tinju yang pada akhirnya kecapean, bukan ?!ok
Komentarku mungkin banyak hal terlihat seolah2 pro...kembali pertanyaanku 
kepadamu dan aku
"Kapan giliran kita..." aku lebih memilih sadar hukum mulai dari g ,u,dia,dia, 
dia dan dia sterusnya apakah mata mereka tidak terbuka ,sementara mereka 
bertarung, kita juga bertarung kapan selesainya ...ok <SADAR HUKUM > dan KAPAN 
GILIRAN KITA> itu pointnya
----- Original Message ----
From: Brata S. <[EMAIL PROTECTED]>
To: Forum-Pembaca-Kompas <[email protected]>; "[EMAIL 
PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]>; apakabar <[EMAIL PROTECTED]>; hukum-indonesia 
<[EMAIL PROTECTED]>; Hukum-Online <[EMAIL PROTECTED]>; Perhimpunan INTI <[EMAIL 
PROTECTED]>; KKN-Watch <[EMAIL PROTECTED]>; KOMNAS_HAM <[EMAIL PROTECTED]>; 
mafia peradilan <[EMAIL PROTECTED]>; studi-hukum <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Friday, May 11, 2007 9:08:44 AM
Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Buat apa Hukum, buat apa Hakim

Hukum yang dirancang untuk melindungi kebenaran
Hukum yang katanya identik dengan keadilan
telah berubah menjadi raksasa ganas menakutkan
tidak memberi rasa aman dan tidak terjangkau oleh si miskin 
HUkum menjadi komoditas yang mendatangkan keuntungan.
Buat apa pakai bicara hukum . . . hukum. . . segala
Mencari keadilan apa masih perlu hukum
Kalau Hukum tidak berfungsi, tidak ada pada proporsi yang benar
Kalau Pakar HUkum cuma pandai bicara
Kalau Hakim sudah buta karena duit
Gaji mau gede, sampingan mau dapet, 
Bertobatlah hai para Hakim, 
kalian menghukum para penjahat, 
hukuman kalian akan lebih berat dari penjahat2 itu
Udah ajah kita pade jadi Hakim sendiri.






------------ --------- --------- ---
Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
Check outnew cars at Yahoo! Autos.

[Non-text portions of this message have been removed]




Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke