Analisis anda bagus sekali dan tujuan saya adalah agar kita melakukan
refleksi ketika akan melakukan perbuatan yang bertentangan dengan ajaran
agama. Apapun agama yang dianut.
KM
 
-------Original Message-------
 
From: Robby Sodo
Date: 11-05-2007 19:17:28
To: [email protected]
Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Tuhan di Luar, Tuhan di Dalam, bung
Simson
 

Pak Kartono,
Saya pribadi amat menikmati artikel ini PAk. Saya tidak membaca komentar2
sebelumnya kecuali yang terakhir ini. Namun, saya terusik untuk memberikan
komentar seadanya. Buat saya, tulisan ini mengandung daya refleksi moral
yang amat tajam yang membuka ruang horison kita dengan realitas sehari2,
tidak terkecuali dengan keadaan centang perenang potret kehidupan berbangsa
kita. Dalam bahasa yang amat sederhana, tulisan Pak Kartono telah mencoba
menggelitik bawah sadar moralitas berbangsa secara metaforis dengan
mengangkat "jarak keberadaan Sang Khalik" menjadi alat ukur atas potret
moralitas berbangsa. "Jarak" dalam pengertian metaforis menjadi semacam
titik tolak moral. Dngan pemahaman seperti ini, menjadi aneh bila ada yang
mempersoalkan jarak keberadaan Sang Khalik dalam pengertian yang sebenarnya.
Ada dua poin yang saya tangkap dari tulisan ini.

Pertama: Makna Tuhan di Dalam, Tuhan di Luar sesungguhnya lebih dimaksudkan
sebagai akibat/hasil, yakni akibat sikap dan tindakan manusia, dan bukan
akibat atau jarak/keberadaan yang Tuhan ambil. Bila pengertian ini yang
dicerna, maka terang saja bisa menimba tujuan esensial yang dimaksud Pak
Kartono. Secara sederhana, Tuhan di Dalam dan Tuhan di Luar adalah akibat
dari wajah kemanusiaan dan moralitas yang dikerjakan manusia. Bila baik,
tentu Tuhan menjadi dekat dan ada di dalamnya (karena manusia mendekatkan
diriNya), dan bila jahat tentu Tuhan berada di luarnya (ia menjauhkan
dirinya dariNya). begitu pengerteian sederhana yang saya maknai. Bukan
begitu maksudnya Pak?

Kedua: Frase di Dalam (dari Tuhan di Dalam) dalam nalar awam saya amat mirip
pengertiannya dengan kata dekat, menjadi bagian, atau berada di samping.
Maka pengertian dekat/menjadi bagian/berada di samping menjadikan si subjek
atau seseorang untuk dapat meniru, meneladani, mendengar, dan mengikuti
seruan dan ajakanNya. Ini pengertian terdalam yang mau disampaikan dari
frase ini. Dengan demikian, pengertian spasial/ruang dalam arti sesungguhnya
bergeser menjadi suatu pengertian aktif, pgnertian moral/kemanusiaan.
Demikian pun dengan frase di Luar. Yang saya paham, frase ini amat lekat
dengan pengertian jauh, terasing, tidak kenal, acuh, tak dihiraukan sehingga
menjadikan seseorang untuk tidak taat, cuek, tidak perduli, mau enaknya
sendiri, antisosial, korup, dll. Pengertian di Luar dimaknai sebagai bentuk
pengingkaran, pendustaan, tidak ingin solider, dan menjauh demi kesenangan
sendiri. Ini pengertian yang saya tangkap. Dengan demikian, frase di Dalam
dan di Luar dalam
tulisan in sesungguhnya memiliki subtansi nilai terdalam, tidak terutama
menyatakan soal spasial/jarak.

Dalam fakta sosial sehari-hari, seperti dipesankan dari tulisan Pak Kartono,
terdapat banyak aneka perilaku semu yang menjungkirbalikan pengertian sejati
dari "Tuhan di Dalam". Kerap dijumpai, praktik "Tuhan di dalam" berawajah
semu, abstrak, pura-pura, yang teramat jauh dari pengertian sejati dan
aslinya. Secara kasat mata, seolah-olah kita telah disuguhkan cerminan
tindakan "Tuhan di Dalam" seperti terlihat dalam kegiatan2 religius yang
dilakukan oleh elit bangsa. Padahal, sejatinya yang ditampakannya adalah 
Tuhan di Luar". Keduanya sering dipertukarkan untuk tujuan2 kemegahan diri.
Jadi, jelas tulisan Pak Kartono sesungguhnya ingin mengajak seluruh elemen
bangsa termasuk kita untuk menerjemahkan pengertian "Tuhan di Dalam" dalam
arti sejatinya -untuk kemanusian dan moralitas itu sendiri, bukan terutama
untuk kepentingan diri/kelompok yang pada akhirnya membalikannya menjadi 
Tuhan di Luar". Hemat saya, dengan pengertia n seperti ini, kita dapat
memaknai pesan terdalam
dalam tulisan tersebut. Terima kasih Pak Kartono atas buah-buah refleksi
dari tulisannya.

Salam 

Robby

Kirim email ke