Benar Pak Slamet. Mungkin lembaga sosial pun sudah mulai ada yang kemaruk.
Tidak seorangpun dan tidak sesuatu pun dapat menjadi penjamin kredibilitas dan
akuntabilitas seseorang atau suatu lembaga. Karena yang awalnya jujur, bila ada
peluang dan kesempatan serta kondisi kepepet, iapun dapat menjadi tidak jujur.
Pemilu agar tidak curang, dibentuklah tim pengawas. Namun kemudian tim
pengawasnya pun (atau oknumnya) pada akhirnya curang juga. Entah tim pengawas
korupsi, apakah mereka korupsi juga?
Jadi yang bisa hanyalah kita menjadi penjamin kredibilitas diri kita sendiri.
Bila kita mempercayai suatu lembaga, bolehlah kita bergabung. Namun jika tidak
percaya, tidak perlu bergabung, dan tidak perlu pula mencela lembaga itu,
karena mereka akan membawa karmanya sendiri-sendiri.
Jika satu orang mampu membantu satu orang tidak mampu yang berada paling
dekat dengan wilayahnya, mungkin itupun dapat mengurangi kemiskinan dan
mengurangi kekerasan terhadap orang miskin.
Satu orang mampu menyekolahkan satu anak dari keluarga tidak mampu yang ada
di wilayah terdekatnya, itupun bisa menjadi solusi. Tidak perlu lewat lembaga
sosial.
Memang benar jika bergotong royong/dengan lembaga itu aksi sosial akan lebih
besar dan terstruktur, tapi kalau lembaganya tidak dapat dipercaya, malah kita
jadi penggosip membicarakan keburukan lembaga ini.
Lebih baik kita melakukan hal yang kecil, membantu hanya satu orang tidak
mampu yang ada paling dekat dengan kita, sehingga kita tidak perlu habis energi
memaki lembaga yang tidak bisa dipercaya itu.
Namun semoga seluruh lembaga sosial dapat menjaga kredibilitas dan
akuntabilitas mereka masing-masing, sehingga para donor dapat percaya, sehingga
dana semakin besar, sehingga pengentasan kemiskinan semakin luas dan merata.
Tuhan memberikan barakahNya.
Blasius Slamet Lasmunadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Dear all,
Saya yakin banyak orang kaya masih mau peduli untuk terlibat dalam
memberdayakan orang miskin. untuk Namun kerap kali, dipersoalkan kredibilitas
dan akuntabilitas "jalur lalu lintas" dana bantuan sampai sasaran. Karena itu,
kredibilitas dan akuntabilitas itu juga menjadi penentu berkembang tidaknya
kekerasan terhadap orang miskin. Siapa yang bisa menjamin kredibilitas dan
akuntabilitas sebuah lembaga sosial? Kalau ada jaminan ini, rasanya kekerasan
terhadap orang miskin dapat dikurangi.
salam hangat,
bslametlasmunadipr