Dulu .. Bung Karno sering mengilustrasikan..bahw  kita di banding  negara 
lain tertinggal sekian puluh  tahun

Ingat itu.. saya mau coba bandingkan transportasi Indonesia ku dengan 
Jerman/Belanda  tiga puluh tahun lalu

Tahun 77 saya sempat di Jerman/Belanda  walau cuma beberapa bulan..utk 
latihan kerja  bikin daging olahan.. .

Yang menarik perhatianku saat itu..tentna transportasi ..

Bus kota di tempatku.. di haltenya bukan hanya ad  nomor rute bis yang 
mampir.., tapi  juga jam kedatangan dan keberangkatannya.

Dan jam itu benar benar terealisasi.  Jadi kalau aku cukup naik bus jam 7 
pagi , spy sampai ke pabrik pada waktunya. Saya cukup datang jam 6.59 ke 
halte  ., kalau dr tempat nginap perlu jalan kaki 5 menit.. Maka aku cukup 
memastikan keluar rumah jam 6.54. Jadi efisien.. nggak perlu nunggu bis 
berjama jam, dan pasti sampai di pabrik nggak terlambat. Kalau disini , 
kita nmggak pasti jam berapa bis yang bisa kita tumpangi datang , juga 
tidak pd busway.

Kalau hari Minggu, aku bisa beli karcis harian, alias tag karte.., nah 
seharian aku bisa keliling cari tempat wisata dengan karcis murah itu ... 
Turun naik bus sepuas puas hati di hari itu.. nggak bayar lagi..

Saya ingat .. ketika aku harus kesuatu tempat , yang aku belum tahu.., aku 
cukup ke ke stasiun, dan disitu ada komputer, yang kalau aku pencet tempat 
tujuan, akan keluar sederet alternatip jam keberengkatan menuju kota ittu, 
baik yang langsung maupun yang harus tukar kereta di jalan.
Tinggal pilih mau .. sampai jam berapa..., lalu pilih kereta yang 
aman...danjadwal itu insya Allah akan terpenuhi..

Waktu di Belanda, tepatnya Hilversum, aku terpana olel poperasional intu 
kereta apinya.. Antara di tutup sampai kereta liwat lalu di buka lagi, 
sangat sebentar. Beda dgn di negaraku yang kita bisa nunggu lama sebelum 
pintu kereta dibuka lagi .Disana,  waktu mau tutup.. terdengar dentangan 
yang keras, lalu  pintu ditutup , nggak ada mobil yg coma menerobos,  nggak 
lama kemudian kereta liwat .. lalu buka lagi..
Yang juga menarik.. Kereta nya punya dua halte.. , dan sikereta hanya 
berhenti di halte sesudah pintu kereta, Jadi sesudah lewat pintu kereta 
baru berhenti , sehingga pintu kereta bvsa segra di buka.

Bandingkan dgn pintu kereta di dekat rumahku di Penggilingan Klender. Yang 
datang dari Timur ( misal Bekasi) , akan berhenti  sebelum  pintu kereta, 
dan selama da menurunkan dan menaikan penumpang.., ya pintu tetap tertutup.

Sementara itu , yang dari arah Jatinegara, betul berhenti di halte yang 
terletak sesudah pintu kereta, tapi....., krn gerbongnya banyak, gerbong 
terujung masih belum meliwati  pintu kereta, akibatnya , lagi lagi pintu 
kereta belum bisa dibuka , sebelum kereta jalan lagi. Sudah nunggu datang 
keretanya  lama, mesti nunggu lagi kereta menurun naikkan penumpang..yang 
cukup lama pula..


Sekarang di tahun 2007.., keadaan kita masih saja nggak bisa menyamakan 
kedaan di Jerman/Belanda tahun  1977 , 30 tahun lalu..


Lalu dimana hebatnya Jaman Suharto yang berjkuasa dari tahun 66 sampai 97 , 
yang katanya ternasuk macan Asia ?? , yang katanya pembangunannya hebat, 
kok sampai tahun 97 ( 20 tahun dari tahun 77 ) nggak bisa mengejar 
ketinggalan. Lha yang 97 sampai 2007 sih memang ditinggalkan negara dalam 
keadaan porak poranda..akibat krismon..


Sekarang .. kita tanya  perlu nggak sih revolusi.. perubahan cepat..??? , 
lha posisi Jerman tahun 77 aja masih nggak terkejar...

eh malah mundur.. kereta tambah lambat.. terus tergel;incir terus.., 
gerbongnya bekas dari Jepang...

Sementara tentunya disana sudah jauh lebih maju dari tahun 77 itu, dan kita 
posisi tahun 77 aja nggak terkejar..jadi hitungan kasarnya ya kita 
ketinggalan setengah abad lah...atau seabad lah....

Salam

Haniwar
  


-- 
Internal Virus Database is out-of-date.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.5.446 / Virus Database: 269.6.2/787 - Release Date: 5/3/2007 2:11 PM


Kirim email ke